

inNalar.com – Banyak orang mengira Kutai Kartanegara sebagai julukan dari kerajaan yang didirikan oleh Raja Kudungga dan pernah dipimpin oleh keturunannya bernama Raja Mulawarman.
Buku-buku pelajaran sejarah juga banyak yang memuat Kutai Kartanegara sebagai nama kerajaan di masa dinasti Mulawarman yang didirikan pada tahun 400 Masehi.
Namun nyatanya penelitian terbaru justru menyingkap tabir bahwa imperium dinasti Mulawarman bukanlah bernama Kutai Kartanegara, melainkan disebutkan dalam bahasa Sanskerta bernama Kota Kehidupan (Martapura).
Asal usul Dinasti Mulawarman sering dikaitkan dengan tulisan yang tertuang dalam prasasti Yupa. Prasasti ini menjadi pedoman bagi sejarawan mengenal kerajaan yang sempat berada pada puncak kejayaannya di tangan Raja Mulawarman itu.
Tim inNalar.com mengutip tulisan Muhammad Sarip dalam Jurnal Yupa: Historical Studies Journal tahun 2020 yang menjelaskan Kerajaan Martapura lah secara etimologis yang berhak untuk dikenal sebagai identitas kerajaan Dinasti Mulawarman tersebut.
Pendiri Dinasti Mulawarman juga bukanlah bernama Kudungga, akan tetapi Kundungga.
Nama kerajaan tertua di Indonesia dinamai Kutai karena Tim Penyusun Sejarah Nasional menamakan kerajaan Dinasti Mulawarman didasarkan pada lokasi penemuan Prasasti Yupa di wilayah Kesultanan Kutai.
Prasasti Yupa justru tidak menyebutkan sama sekali nama kerajaan yang tertulis bernama Kutai.
Salasilah Kutai dan analisis para ilmuwan membuktikan kerajaan Kutai bukanlah nama yang sebenarnya dari Dinasti Mulawarman.
Raja Mulawarman memang penguasa Kerajaan Martapura dan merupakan keturunan dari Kundungga yang didirikan pada tahun 400 Masehi dengan ibukotanya bernama Muara Kaman.
Kata Martapura juga berasal dari bahasa Sanskerta amartapura yang berarti Kota Kehidupan.
Namun imperiumnya bernama Martapura tanpa embel-embel Kutai yang berdiri di hulu Sungai Mahakam.
Sedangkan Kutai Kartanegara didirikan oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti pada akhir abad ke-13 Masehi.
Kerajaan ini berlokasi di dekat muara Mahakam dan berpindah-pindah dari Jaitan Layar, Tepian Batu, Jembayan, hingga Tenggarong.
Kerajaan Martapura runtuh saat mendapatkan agresi dari pasukan Kutai Kartanegara dibawah komando Pangeran Sinum Panji Mendapa.
Dalam Salasilah Kutai juga menjelaskan bahwa Ing Martapura merupakan pelengkap dari nama Raja Kutai Kartanegara yang menaklukan raja terakhir penguasa kerajaan Martapura di Muara Kaman, sehingga biasa dikenal sebagai Kutai Kartanegara ing Martapura.***