Bukan Hanya di Jogja, Kalimantan Timur Juga Punya Peninggalan ‘Keraton’ yang Menjadi Destinasi Wisata

inNalar.com – Identitas daerah keraton sangat kental dengan Pulau Jawa, terutama wilayah Yogyakarta di Jawa Tengah.

Akan tetapi, Kalimantan Timur juga memiliki peninggalan keraton yang tidak kalah menarik dengan di Pulau Jawa.

Dilansir inNalar.com dari direktoripariwisata.id, Kedaton Kutai Kartanegara adalah bangunan istana milik Sultan Kutai Kartanegara yang berlokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca Juga: Kucurkan Dana Rp 1,08 T, Pelabuhan Terbesar di Sulut Ini Bisa Bikin Bitung Jadi Pusat Ekonomi Asia-Pasifik?

Memiliki dua lantai bangunan, kedaton ini dipakai kembali pada tahun 2002 oleh pemerintah daerah Kutai Kartanegara.

Sejak saat itu, istana ini lebih difungsikan sebagai kantor lembaga kesultanan dan tempat acara seremonial oleh Sultan atau Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Menggabungkan arsitektur gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara, bangunan ini tampak megah.

Baca Juga: Lahan Karet Seluas 200 ha di Kalsel Disulap Jadi Bandara Megah Standar Internasional, Biaya Capai 2 Triliun?

Hal yang paling menarik dalam museum ini adalah singgasana kesultanan yang berupa kursi terbuat dari emas.

Sedangkan, di sebelah kiri singgasana terdapat Gamelan Jawa serta ukiran khas adat Kutai, Dayak.

Benda-benda tersebut menunjukan hubungan sejarah kerajaan ini dengan suku Dayak dan kesultanan di Jawa.

Baca Juga: Lahan Hijau Seluas 2,5 ha di Kepulauan Riau Disulap Jadi Resort Apung Mewah

Selama berada di wilayah kedaton, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman melihat acara adat Erau.

Selain itu, pengunjung dapat melihat-lihat baju adat yang dimuseumkan di dalam Kedaton, ditambah dengan mengelilingi ruangan pertemuan untuk menjamu tamu Kesultanan.

Istana ini juga memiliki sejarah panjang yang tak kalah menarik, terutama mengenai Kesultanan Kutai Kartanegara.

Konon, Kedaton adalah istana atau tempat tinggal raja, yang memiliki arti sama dengan Keraton.

Pusat pemerintahan kesultanan ini sendiri pernah pindah beberapa kali sejak tahun 1732, hingga akhirnya menetap di Tenggarong.

Bangunan tersebut dibangun pada pemerintahan Aji Sultan Muhammad Parikesit di masa 1920-1960 dengan proyek renovasi megah, oleh arsitektur Belanda Estourgie.

Akan tetapi, pada tahun 1976, kompleks gedung Kedaton Kutai Kartanegara diserahkan menjadi museum negara, yang dikenal dengan Museum Mulawarman.

Pemerintah Kutai Kartanegara pun membangun istana baru, yang dikenal sebagai “kedaton”, pada tahun 2002 dengan arsitektur istana Kesultanan Kutai Kartanegara.

Rekomendasi