

inNalar.com – Pulau Bromo bertempat di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan luas wilayah 0,94 kilometer persegi.
Nama ‘Bromo’ diambil dari Bahasa Banjar yang berarti sungai kecil. Sebelum adanya jembatan gantung yang bernama Jembatan Antasan
Dulunya masyarakat Bromo harus menyebrangi Sungai Martapura menggunakan feri sebelum adanya jembatan ini dan sangat di idam-idamkan oleh penduduk.
Baca Juga: TPA Piyungan di Yogyakarta Akan Ditutup Hingga 5 September Mendatang
Setelah melalui penantian panjang, akhirnya jembatan ini hadir dan diresmikan sejak tahun 2021 silam. Tentu hal ini sangat disambut gembira oleh masyarakat sekitar Pulau Bromo.
Meskipun terbilang baru, jembatan ini sangatlah fungsional bagi warga Pulau Bromo karena mampu meningkatkan mobilitas mereka untuk beraktivitas.
Pembangunan Jembatan Antasan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 40 miliar rupiah.
Baca Juga: Telan Rp 846 Miliar, Bendungan Raksasa di Lampung Ini Jadi yang Terbesar di Pulau Sumatera?
Tinggi dari Antasan mencapai 15 meter yang membentang sepanjang 100 meter dan memiliki lebar 2,15 meter.
Jembatan ini juga bertipe jembatan gantung dan bentuknya mirip roller coaster.
Selain mampu mengatasi masalah akses wilayah, jembatan Antasan juga menjadi ikon baru Pulau Bromo karena keunikan bentuknya.
Baca Juga: Termegah di Papua! Rumah Dinas Ini Habiskan Dana Rp 96 Miliar, Kalahkan Gedung Putih Amerika?
Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam sekitar jembatan Antasan yang masih asri nan hijau sehingga menyejukkan mata.
Menariknya, untuk mendapatkan pemandangan tersebut, pengunjung hanya dibandrol dengan uang parkir kendaraan dan tidak ada biaya masuk.
Sama dengan objek wisata lainnya, jembatan Antasan Bromo ini juga akan ramai pengunjung saat weekend dan hari libur.
Kebanyakan penduduk Pulau Bromo bermata pencaharian sebagai petani dan buruh bangunan.
Namun setelah adanya jembatan Antasan membuat tidak sedikit warga yang mencari peruntungan untuk berjualan disekitarnya.
Jumlah penduduk Bromo sebanyak 1.250 jiwa, tidak sebanyak daerah lain di provinsi ini. *** (Jessica Barans Widyasari)