

inNalar.com – Baru-baru ini ramai diperbincangkan mengenai kasus pecahnya jembatan kaca di Banyumas, hingga memakan korban.
Jembatan Kaca Seruni Point yang berada di KSPN Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur telah melalui uji kelayakan.
Ikon baru yang ada di Gunung Bromo, Jawa Timur ini telah dibangun sejak akhir bulan September tahun 2021 silam.
Usai dilakukan uji kelayakan, kini kabar mengenai peresmian jembatan kaca sepanjang 120 meter di Gunung Bromo mulai terdengar.
Kabarnya, jembatan kaca sepanjang 120 meter di Jawa Timur ini akan segera diresmikan pada tanggal 29 November 2023.
Hal tersebut diungkapkan oleh Heri Wahyudi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Probolinggo.
Dilansir dari PUPR, jembatan berbahan kaca yang terbentang sepanjang 120 meter ini memakan biaya hingga Rp 15,7 miliar.
Terbentang di 3 kawasan pegunungan Jawa Timur, Jembatan Kaca Seruni Point berada pada ketinggian 80 meter di atas jurang.
Pembangunannya menggunakan tiang bor bertulang baja yang memiliki lantai kaca berlapis pengaman dengan ketebalan masing-masing mencapai 12 mm.
Dengan panjang mencapai 120 meter pada ketinggian 80 meter, jembatan kaca baru di Jawa Timur ini memiliki lebar 1,5 hingga 3 meter.
Jembatan kaca yang menjadi ikon baru Gunung Bromo tersebut merupakan golongan jembatan gantung pejalan kaki.
Jembatan kaca di KSPN Bromo-Tengger-Semeru ini diuji menggunakan karung berisi pasir seberat 70 kg. atau setara dengan 100 orang.
Karung-karung dengan berat 70 kg tersebut diletakkan di lantai kaca jembatan pada jarak 75 cm antara satu dengan yang lain.
Tidak hanya itu, uji jembatan kaca yang ada di Gunung Bromo, Jawa Timur juga dilakukan pada kabel-kabel baja penopang hingga frame jembatan.
Kekuatan kaca laminated tempered yang menjadi lantai jembatan tersebut juga telah diuji di laboratorium milik BGTS di Bandung, Jawa Barat.
Kini tinggal menunggu diresmikan, Jembatan Kaca Seruni Point akan menjadi ikon baru KSPN Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur.***