Bukan di Arab Saudi! Inilah Masjid Termegah yang ada di Indonesia, Berada di Bawah Tanah

inNalar.com – Di Jawa Timur terdapat pondok pesantren bawah tanah dengan kedalaman 20 meter.

Pondok pesantren bawah tanah tersebut lokasinya tidak jauh dari pusat kabupaten.

Seluruh kegiatan santri di pondok pesantren bawah tanah tersebut dilakukan di dalam tanah.

Baca Juga: Dikabarkan Telan Rp 800 Milliar, Ternyata Masjid Megah di Malang Ini Bukan Dibangun oleh Manusia, Tapi…

Seluruh bangunan pondok pesantren bawah tanah itu berada di dalam perut bumi yang membuat orang takjub.

Yang membuat orang terheran-heran, banyak ukiran kaligrafi dengan hiasan batu marmer di dalam pondok pesantren bawah tanah itu.

Bahkan beberapa warga Jawa Timur percaya jika di dalam pondok pesantren bawah tanah itu, terdapat benda-benda peninggalan para ulama terdahulu.

Baca Juga: 5 Mall Megah di NTT dan NTB Ini Jadi Favorit Tempat Belanja Masyarakat, Nomor 1 Sering Bikin Pengunjung Nyasar

Dikutip dari laman www.jatimprov.go.id, pondok pesantren bawah tanah itu berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ponpes yang bernama Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi ini, berjarak 5,6 kilometer dari pusat Kabupaten Tuban.

Uniknya, tempat ini dahulunya adalah kawasan pembuangan sampah di Tuban. Kemudian pada akhirnya digali untuk dijadikan pondok pesantren bawah tanah.

Baca Juga: Berada di Tengah-tengah Hutan, Kota di Papua Ini Sangat Modern, Mirip Banget dengan Amerika

Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi memiliki luas 3 hektar dengan fasilitas Masjid Ashabul Kahfi, ruang pertemuan, dan kamar santri.

Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi berdiri di daerah perbukitan kapur, sehingga kondisinya cukup kokoh untuk menahan bangunan yang ada di dalamnya.

Di dalam pondok pesantren juga terdapat petilasan milik Syekh Maulana Al Maghribi dan tempat bertapa.

Tempat bertapa tersebut milik Singo Joyo dan Putri Ayu Sendang Harjo.

Masjid Ashabul Kahfi yang ada di ponpes ini dibangun oleh K.H Subhan, pemimpin ponpes Aschabul Kahfi.

Pada bagian depan masjid dilengkapi dengan hiasan kaligrafi dan aksara jawa.

Meskipun berada di bawah tanah, udara di ponpes tersebut tidak terasa pengap.

Pencahayaannya hanya mengandalkan lampu yang terpasang pada langit-langit gua.

Pondok Pesantren Perut Bumi Al Maghribi bisa dikunjungi oleh siapapun selama 24 jam.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]