Bukan dari Beton atau Kayu, Jembatan di Sumatera Barat Ini Terbuat dari Akar Pohon, Berani Melewatinya?

inNalar.com – Jembatan umumnya dibangun dengan material beton atau kayu tergantung dari fungsi jembatan itu sendiri.

Tapi bagaimana jika ada jembatan yang terbuat dari akar pohon ratusan tahun yang lalu.

Hal ini tidaklah aneh jika berada di Sumatera Barat, karena disana ada jembatan yang memang terbuat dari akar pohon sehingga dinamakan jembatan akar.

Baca Juga: Tingginya Cuma 160 Cm, LRT Jabodebek yang Lagi Promo Rp 5000 Ini Malah Jadi Kendala Bagi Kaum Gen Z

Bayangkan saja akar dari pohon yang berseberangan bisa terbentuk menjadi sebuah jembatan, bukankah hal itu sangat unik.

Jembatan akar tepatnya berada di Kecamatan Bayang Utara, Sumatera Barat.

Panjang dari jembatan akar ini hanya 25 meter dengan lebar satu meter yang tergantung di atas sungai Bayang.

Baca Juga: Rahasia Pendidikan Jepang Bocor, Ini Strategi Pembelajaran Buat Anak Agar Memiliki Karakter Unggul

Jembatan akar ini menghubungkan antara Desa Pulut-pulut dan Desa Lubuk Silau.

Dulu, jembatan ini bangun pada tahun 1916 oleh Pakiah Sokan seorang tokoh tua cerdik ulama sekitar desa itu.

Ia membuat jembatan dengan bambu untuk bisa menghubungkan Desa Luput-luput dengan Desa Lubuk Silau di derasnya air sungai Bayang.

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman Peringkat Berapa ya?

Namun, dari waktu ke waktu akar dari pohon yang berada di dekat jembatan perlahan merambat dan menjalar di sekitar jembatan sehingga jembatan itu tertutupi oleh akar pohon.

Pohon itu merupakan pohon beringin, pohon yang memang memiliki akar yang sangat besar dan panjang  yang menjalar.

Sekarang, jembatan itu menjadi objek wisata populer yang sering dikunjungi oleh wisatawan di berbagai tempat.

Dengan pemandangan Sungai Bayang yang menyejukan ditambah jembatan yang menyatu dengan alam memberikan nuansa alami bagi wisatawan.

Jembatan akar juga sudah dilengkapi dengan besi untuk bisa menjaga jembatan dari derasnya air sungai Bayang ketika musim hujan dan ditambahkan juga kayu untuk alas jembatan agar wisatawan bisa leluasa melewatinya.

Wisatawan hanya perlu membayar Rp. 5.000 rupiah saja untuk bisa menikmati pemandangan dari jembatan akar itu. ***

Rekomendasi