Bukan Asal Indonesia, Tradisi Unik Bakar Wangkang di Kalimantan Barat ini, Benarkah Punya Etnis Tionghoa?

inNalar.com – Tradisi unik bakar wangkang di Kalimantan Barat ini bukan berasal dari budaya Indonesia.

Tradisi bakar wangkang merupakan tradisi etnis Tionghoa di Kalimantan Barat pada tanggal 15 bulan 7 yang berupa penanggalan imlek hari terakhir.

Tradisi ini merupakan kegiatan sembahyang kubur atau sembahyang leluhur yang dilakukan dengan membakar wangkang dan menjadi puncak etnis Tionghoa di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Salurkan 3,070 Unit Rumah di Provinsi Sulteng, Upaya PUPR Penuhi Kebutuhan Hunian Layak, Berapa Dananya?

Tradisi unik di Kalimantan Barat ini dari etnis Tionghoa yang biasanya dilakukan pada kompleks pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam kanal youtube Pie’ie Mejink memperlihatkan masyarakat etnis Tionghoa di Kubu Raya Kalimantan Barat sedang bergotong royong dalam pembuatan replika kapal tongkang.

Tidak hanya itu terdapat pula wadah yang berisi buah-buahan yang jumlahnya mencapai ratusan.

Baca Juga: Mega Proyek di Tengah Gurun Pasir Afrika Senilai 150 Triliun, Hasilkan Bahan Bakar 300 Ribu Ton Hidrogen Hijau

Pembakaran kapal tongkang bermaknakan sebagai puncak perjalanan arwah ke dunia. Pembakaran kapal Wangkang di Kalimantan Barat ini sebagai ritual akhir dari agama Kong Hu Cu, Taoisme, dan Buddha Tridharma. 

Kapal Wangkang adalah kapal yang terbuat dari bambu, kayu cerucuk, dan kain yang dibuat dengan waktu kurang lebih 3 bulanan.

Ukuran dari Kapal Wangkang di Kalimantan Barat tidak sama setiap tahunnya. Ukuran kapal akan bertambah tinggi 5 cm setiap tahunnya karena dipercaya arwah akan bertambah dalam setiap tahunnya.

Baca Juga: Kecil-kecil Cabe Rawit! 5 Khasiat Buah Kersen untuk Kesehatan Tubuh, Ukuran Mini Tapi Punya Banyak Manfaat!

Tidak hanya badan kapal yang dibuat oleh etnis Tionghoa di Kubu Raya, Kalimantan Barat, akan tetapi awak kapal, kursi penumpang, serta replika pasukan khusus.

Tidak hanya menjadi tradisi dari etnis Tionghoa di Kubu Raya, Kalimantan Barat, tradisi pembakaran kapal wangkang juga menjadi daya tarik wisatawan untuk ikut menyaksikan tradisi tersebut.

Wisatawan yang datang bisa memperoleh buah buahan maupun sayuran dari hasil sumbangan donatur.

Wisatawan yang beruntung dapat buat maupun sayuran bahkan beras dengan satu wadah besar setelah ibadah Sembahyang rebut dilaksanakan oleh Tionghoa di Kubu Raya, Kalimantan Barat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]