Bukan An Nur! Ini Pesantren Termewah di Malang yang Telan Biaya Daftar Rp 50 Juta

inNalar.com – Orang tua terkadang ingin agar anaknya dapat mendapatkan pendidikan berkelas, terutama di pondok pesantren.

Meski berkat berita akhir-akhir ini tidak jarang orang-orang semakin ragu untuk memasukan anaknya ke dalam pesantren, ternyata masih banyak ponpes yang dipercaya masyarakat, terlebih memiliki harga masuk fantastis.

Salah satunya adalah pondok pesantren di Kabupaten Malang yang mengusung tema modern dengan fasilitas mewah. Nama pesantren tersebut Thursina International Islamic Boarding School (IIBS).

Baca Juga: Daerah Terpencil di Jawa Tengah Ini Jadi Pusatnya Ikan Bandeng Terbesar di Dunia, Bisa Tebak?

Berlokasi di daerah Landungsari, Dau, arah menuju Kota Batu, sekolah ini dikelilingi oleh lingkungan perbukitan yang memberikan suasana yang sejuk dan khas pegunungan.

Didirikan pada tahun 2014 oleh Ustaz Muhammad Ali Wahyudi, dan Ustaz Nur Abidin, dulunya Thursina IIBS bernama Tazkia IIBS yang resmi diganti pada tahun 2021.

Ponpes yang sebelumnya dikenal sebagai Tazkia ini memiliki kurikulum yang mencakup pembelajaran agama Islam hingga internasional membuatnya menjadi ponpes yang mengusung pendidikan berkelas dan modern.

Baca Juga: Inilah 5 Daerah dengan Jumlah Penduduk Paling Sedikit di Jawa Tengah, Nomor 1 Kota Tertua di Indonesia Lho

Oleh sebab itu, tidak heran bila untuk memasukkan anak ke dalam sekolah berbasis agama Islam ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Diketahui, total biaya yang dikeluarkan untuk masuk ke SMP serta SMA mencapai 50 juta Rupiah, di mana terdapat perbedaan antara pelajar putri dan putra.

Untuk jenjang SMP, total biaya masuk sekitar 56 juta bagi putri dan sekitar 65 juta Rupiah bagi putra. Sedangkan di SMA-nya, total biaya masuk sekitar 59 juta bagi putri dan sekitar 66 juta Rupiah bagi putra.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Daftar Daerah dengan Tingkat Kriminalitas Tertinggi di Indonesia, Ban Mobil pun Sampai Dicuri

Biaya tersebut mencakup berbagai komponen seperti biaya pendaftaran, biaya gedung, SPP, paket fasilitas di asrama, biaya pembuatan seragam sekolah, serta biaya buku dan modul pembelajaran.

Syarat pendaftarannya pun terbilang mudah, cukup melunasi biaya pendaftaran lalu menyertakan dokumen seperti akta kelahiran dan rapor, serta lulus ujian masuk yang diadakan di ponpes tersebut.

Beruntungnya, pendaftaran siswa baru di Ponpes ini memiliki dua jalur, yaitu inden dan reguler, di mana pendaftaran inden dilakukan antara bulan April hingga Agustus, serta Agustus sampai Desember untuk pendaftaran reguler.

Perbedaannya adalah, melalui pendaftaran inden, calon santri mendapatkan keuntungan dalam memastikan dan mempersiapkan diri sebelum tahun ajaran dimulai.

Dengan pendaftaran inden, calon peserta didik bisa mendapatkan peluang yang besar untuk masuk ke sekolah ini, dan akan dikenai pemotongan biaya gedung.

Tapi, bukan berarti hanya orang-orang berduit yang bisa memasukkan anaknya di ponpes ini. Bagi mereka yang tidak mampu, disediakan juga subsidi atau beasiswa kepada calon peserta didik.

Akan tetapi, bagi calon peserta didik yang berminat mendaftar melalui jalur inden ternyata harus mengantri dengan kurun waktu 2 hingga 5 tahun.

Selain dilengkapi dengan pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris, para santri di ponpes ini juga disediakan fasilitas lengkap untuk menunjang kegiatan ekstrakulikuler.

Program yang disediakan tidak hanya bela diri, namun juga berkuda, panahan, hingga olahraga panjat dinding.

Pendaftarannya sendiri dapat dilakukan secara online melalui situs resmi atau secara offline dengan mengunjungi Communication and Student Recruitment Office.***

Rekomendasi