

inNalar.com – Megaproyek di Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak hanya memperoleh suntikan dari APBN akan tetapi berasal pula dari PT. Pelindo.
Diketahui, terminal multipurpose Wae Kelambu NTT memiliki total investasi keseluruhan sebesar Rp499 miliar.
Diantara investasi tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu ditambah juga dengan investasi dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Sebanyak Rp190 miliar berasal dari APBN dan Rp319 miliar adalah milik PT. Pelindo.
Terminal Multipurpose Wae Kelambu, NTT, akan terus dilakukan pengembangan hingga tahun 2034.
Meskipun telah diselesaikan dan diresmikan 14 Oktober 2021, tahapan lanjutan terus dilakukan.
Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan pembangunan terminal.
Pada tahapan awal yang merupakan pengembangan jangka pendek dengan waktu 5 tahun.
Di tahun 2024 mendatang, adalah tahapan pengembangan awal yang meliputi causeway, multipurpose, dan juga reklamasi area terminal dengan luas 3 hektar.
Tidak sampai disitu, dilakukan pula pematangan serta perkerasan lahan dengan luas 3,7 hektar.
Selanjutnya, pengembangan jangka menengah yaitu hingga tahun 2029.
Pengembangan Terminal Multipurpose di NTT ini akan dilakukan pada daerah dermaga multipurpose dengan luas 30 x 20 m2.
Selain itu dilakukan pula pengembangan lahan darat seluas 3,90 hektar ditambah dengan pembangunan terbaru dari tangki curah cair berkapasitas 250 kilometer.
Tangki yang dibangun berjumlah 6 unit dengan fasilitas penunjang serta penambahan peralatan berupa forklift dan reach stacker.
Baca Juga: Daftar Pemain Unggulan Malaysia Open 2024: Indonesia Masih Digdaya, Fajar-Rian Sebatang Kara
Hingga pada akhir pembangunan, megaproyek di NTT ini yang berasal dari investasi PT. Pelindo dapat menampung hingga 30 ribu petikemas.
Tidak hanya itu, pada tahun 2034 diharapkan juga dapat menampung kargo hingga curah cair dengan daya tampung 80 ribu ton.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi