

inNalar.com – Sudah seyogyanya jembatan menjadi salah satu upaya menghilangkan batas keterisoliran daerah pelosok Kalimantan Selatan yang dialiri berbagai sungai yang bercabang.
Salah satunya di Kabupaten Banjar yang rupanya dahulu masih memiliki 5 desa yang terbelah oleh lintasan sungai yang cukup lebar.
BPJN Kalsel akhirnya mulai mengurai impian warga desa terisolir yang sejak lama menanti keterhubungan akses melalui Jembatan Gantung.
Pengerjaan dilaksanakan sejak April 2023 dan berhasil rampung sesuai waktunya di Bulan November.
Usai berdiri gagah dan kokoh dengan kerangka berwarna merah putih, infrastruktur itu dinamakan dengan Jembatan Gantung Apuai.
Dengan terbangunnya infrastruktur megah ini, tentunya ada masyarakat dari lima desa kini telah berbahagia.
Sebagai informasi, kelima desa yang tadinya terisolir itu meliputi Rantau Balai, Apuai, Benua Riam, Paau, dan Kalaan.
Kini, berkat lintasan menggantung sepanjang 80 meter ini, infrastruktur ini akhirnya membuat masyarakat tidak perlu lagi khawatir tatkala musim penghujan tiba.
Bayangkan, dahulu masyarakat desa pelosok di Kabupaten Banjar harus menaikkan kendaraan mereka menggunakan rakit bambu.
Bawaan hasil tani dan kebun warga pun juga turut menggunakan transportasi tradisional tersebut.
“kalau sebelum ada jembatan sih kalau untuk penyeberangan masyarakat di sini atau masyarakat desa lain pakai rakit dari bambu,” ujar Ahmad Dauly, warga Desa Rantau Balai, dikutip inNalar.com dari YouTube PUPR Kalsel.
Bahkan bagi para peternak sapi, pemandangan menggembala sapi mereka yang melintasi sungai seolah telah menjadi keseharian para warganya.
Melansir dari situs Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, daerah di sekitar Kabupaten Banjar ini merupakan sentra pembibitan ternak sapi.
Sehingga dengan adanya jembatan gantung ini para penggembala ternak dapat membawa hewan ternaknya melalui lintasan yang lebih aman apabila cuaca tidak mendukung aliran sungai lintasannya.
Memang, menurut pengakuan Ahmad Dauly, sekitar 99 persen penduduknya berprofesi antara petani, pekebun, dan peternak.
Ungkapan rasa syukur warganya terwakili oleh ucapan terima kasih yang disampaikan oleh Ahmad Dauly dengan adanya Jembatan Gantung Apuai ini.
Kini, usai jembatan gantung bertipe rigid telah dibangun oleh BPJN Kalimantan Selatan, masyarakat lebih mudah mengangkut hasil bumi mereka.
Mobilitas warga pun menjadi semakin mudah dan para warga desa tersebut tidak perlu lagi was-was dengan debit air sungai yang terkadang meninggi ketika musim hujan tiba.
Diharapkan dengan adanya infrastruktur penghubung 5 desa sekaligus ini dapat memantik pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas dan produktivitas daerahnya.
Hal ini mengingat desa di sekitar jembatan gantung ini merupakan daerah penghasil rempah dan kacang-kacangan.
Jika lintasan jalur angkut hasil bumi terhubung dengan baik, maka kualitas produk pun terjaga dan mampu bersaing dengan daerah lainnya.
Di samping itu rupanya wilayah Kecamatan Aranio ini juga memiliki potensi sektor wisata religi dengan adanya makam seorang tokoh yang telah dikenal luas masyarakat.
Makam tersebut adalah milik tokoh agama bernama Al – Arif Billah Syekh Jalaluddin (Datuk Qobul) bin Abu Bakar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi