

inNalar.com – Saat ini tengah ada penggarapan infrastruktur bandara di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang didanai oleh ‘Sultan Tambang’.
Disebut demikian karena yang memprakarsai pembangunan infrastruktur ini adalah pengelola dari tambang emas dan tembaga di daerah tersebut bernama PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMMAN”).
Bandar udara yang akan dibangun terletak di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Oleh karena itu, landasan pesawat tersebut diberi nama Bandara Kiantar.
AMMAN melalui laman resminya, selama ini diklaim sebagai perusahaan tambang emas yang terbesar ke-2 di Indonesia.
Hal ini mungkin tidak mengherankan, karena cadangannya saja masih terdapat 9190 juta ons.
Bahkan karena masih memiliki cadangan sebanyak itu, membuat pertambangan yang ada di Nusa Tenggara Barat ini masih dapat dieksploitasi hingga 40 tahun ke depan.
Akan tetapi, ternyata terdapat satu kendala yang terjadi di daerah Sumbawa Barat tersebut.
Kendala yang dimaksud adalah tersebut akses transportasi di daerah tersebut masih terbilang sulit, karena masih harus menggunakan kapal cepat.
Karenanya saat kabupaten tersebut memiliki landasan pesawat, hal ini akan semakin memudahkan akses transportasi keluar masuknya orang di pulau Lombok.
Karena sebenarnya wilayah tersebut juga tidak hanya memiliki pertambangan, namun memiliki sektor pariwisata juga yang dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan datang.
Bahkan diperkirakan saat Bandara Kiantar ini telah eksis, dapat membuat perekonomian warga sekitar jadi meningkat.
Adapun pariwisata yang cukup diharapkan dapat semakin terdongkrak, yaitu seperti di sepanjang pesisir Pantai Tua Nanga, Jelenga, Kertasari, Sekongkang, dan Kawasan Gili Balu serta Pulau Kalong.
Maka dengan dibangunnya Bandara Kiantar ini, juga akan membuat investor tertarik untuk memasukan uangnya ke sektor industri pariwisata di daerah Sumbawa Barat.
Misalnya para investor ini juga bisa membangun hotel atau perekonomian kreatif lainnya.
Sebab itulah hal ini juga merupakan bentuk dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara dalam membantu perekonomian warga sekitar.
Ditambah lagi, sultan tambang itu juga memberikan hal lain agar perekonomian warga di Nusa Tenggara itu dapat meningkat.
Karena PT Amman juga memiliki program beasiswa pelatihan hospitality (industri perhotelan/pariwisata) yang diperuntukan ke generasi muda di Sumbawa Barat.
Bandara Kiantar yang dibangun oleh Sultan Tambang ini juga menggandeng perusahaan BUMN yang cukup terkenal, yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Perusahaan BUMN konstruksi ternama di Indonesia ini nantinya akan menggarap sisi udara (air side ) dan sisi darat (land side ), dan ada pula fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.
Adapun pengerjaan dari tempat landasan pesawat ini telah dimulai sejak akhir tahun 2022, dan hingga kini diketahui masih dalam proses pengerjaan.
Pada November kemarin, progres dari pembangunan infrastruktur ini tengah dalam tahap proses pemagaran, pembersihan, serta pembangunan fondasi di landasan pacu.
Memiliki target selesai pada tahun 2025, infrastruktur pesawat ini memiliki luas 100 hektar, dengan panjang landasan pacu 2,1 kilometer.
Dibangun oleh Sultan Tambang emas dan tembaga, infrastruktur ini membutuhkan investasi yang banyak.
Diperkirakan uang yang dibuang PT Amman untuk membangun bandara ini yaitu lebih dari Rp300 miliar.
Ditambah, infrastruktur yang didanai oleh PT Amman ini juga tidak akan kaleng-kaleng karena akan jadi Bandara Internasional Kiantar di Sumbawa Barat, NTB.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi