BRIN Pening Gegara Pemangkasan Anggaran Rp2,074 Triliun, Nasib Program Riset hingga Peneliti Jadi Begini

inNalar.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) termasuk dalam lembaga pemerintah kesekian yang terkena pemangkasan anggaran.

Pemangkasan anggaran BRIN untuk tahun 2025 sendiri mencapai Rp2,074 triliun.

Padahal, mulanya lembaga riset nasional ini mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp5,842 triliun.

Baca Juga: Chapter 5 Digital Life, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Questions Page 269-271

Itu berarti, pembiayaan lembaganya terpotong setidaknya hingga 35,50 persen dari keseluruhan nilai pagu pendanaan awalnya.

Kekhawatiran terhadap program riset hingga kualitas Peneliti pun menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat yang digelar di Gedung Parlemen pada Rabu, 5 Februari 2025 lalu.

“Dari total anggaran BRIN tahun 2025 sebesar Rp5,8 triliun, sebagian besar digunakan untuk gaji dan operasional.”

Baca Juga: Dilema Tenaga Pendidik tentang Pola Asuh Permisif Pada Anak di Sekolah, Ternyata Begini Dampaknya

“Sementara hanya Rp2,01 triliun yang dialokasikan untuk program riset dan inovasi,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba, dikutip dari situs DPR RI.

Efisiensi anggaran belanja terhadap lembaga riset nasional ini dibenarkan pula oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti.

Terkait dengan Inpres nomor 1 tahun 2025, “Pagu anggaran BRIN RI TA 2025 mengalami efisiensi sebesar Rp2,074 triliun,” bebernya.

 Baca Juga: Berhasil Mencetak Banyak Pejabat Pemerintahan, Berikut Syarat Mendaftar di IPDN Tahun 2025

Dikarenakan adanya efisiensi belanja APBN dan APBD 2025 yang merujuk pada instruksi presiden, BRIN perlu melakukan penyesuaian anggarannya kembali agar kebutuhan internal tidak mengalami kesenjangan.

Sebab, porsi penganggaran dana sebelum adanya pemangkasan diungkap oleh Anita mencakup tiga kebutuhan krusial. Apa saja?

Melansir dari Fraksi Demokrat, Anita Jacoba membeberkan bahwa pada mulanya anggaran BRIN tertuju pada tiga kebutuhan utama.

Penganggaran gaji pegawai hingga kebutuhan operasional mencakup 65% dari total pagu pembiayaannya. 

Adapun sisanya ditujukan untuk program riset dan inovasi, yakni sekitar Rp2,01 triliun.

Baca Juga: Bab 8 ’Aman di Dunia Maya’, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 6 SD Hlm. 197 – 198 Kurikulum Meredeka Edisi Revisi

Dengan adanya pemotongan anggaran tersebut, Anita mengusulkan agar BRIN lebih bijak lagi dalam melakukan penyesuaian alokasi anggaran.

Ia pun mengimbau agar penganggaran alokasi gaji dan operasional tidak terlalu senjang dengan program risetnya.

Kesejahteraan Peneliti dan fasilitas penelitian pun tetap perlu diperhatikan meski pemangkasan anggaran menjadi tantangan BRIN di tahun ini.

Meski ada inpres efisiensi belanja, Esti Wijayanti tetap berharap program riset dan inovasi tetap berjalan sehingga perlu ada pemilahan lebih lanjut terkait prioritas alokasi pendanaannya.***

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]