Bor hingga Kedalaman 8600 Kaki, Sumur Minyak dan Gas di Riau Ini Jadi yang Terdalam di Indonesia, Benarkah?

inNalar.com – Sebagaimana yang kita ketahui bersama Indonesia menyimpan sumber daya gas dan minyak yang banyak sekali, salah satunya seperti yang ada di Provinsi Riau.

Agar dapat memanfaatkan sumber daya gas dan minyak yang berada di provinsi Riau, maka akan dilakukan pengeboran.

Bahkan, pengeboran sumber daya gas dan minyak di Riau ini nantinya akan jadi sumur terdalam di Indonesia.

Baca Juga: Digagas Sejak 2019, Penanaman Chip ke Otak oleh Elon Musk Akhirnya Kantongi Izin, Amankah bagi Manusia?

Bagaimana tidak jadi yang terdalam, sebab nantinya pengeboran yang dilakukan akan mencapai kedalaman hingga 8.600 kaki.

Pengeboran sumber daya gas dan minyak di Riau ini nantinya akan dilakukan di sumur Gulamo, Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau.

Dalam melakukan pengeboran sumur di Riau ini, perusahaan yang akan mengelolanya adalah PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Baca Juga: Kronologi dan Duduk Perkara Kantor Bupati Pohuwato, Gorontalo Luluh Lantah Dibakar Massa

Adapun pengeboran sumber daya gas dan minyak di Riau itu disebut sebagai pengeboran sumur migas non-konvensional (MNK).

Sebab pengeboran tersebut dilakukan untuk memanfaatkan potensi minyak dan gas dari reservoir yang terdapat pada sela-sela batuan padat (shale oil, shale gas).

Berdasarkan hasil observasi, keberadaan sumber daya gas dan minyak di Riau ini terletak lebih dalam dibandingkan sumur migas konvensional pada umumnya.

Baca Juga: Patung Soekarno di Sumatera Selatan Disebut Tak Mirip, Habiskan Anggaran Rp500 Juta, Bentuknya Kok Gini?

Karena itulah proyek ini dinamakan sebagai pengeboran sumur migas non-konvensional (MNK).

Dilansir inNalar.com dari esdm.go.id, sebelumnya terdapat assesment Energy Information Administration (EIA, 2013) Amerika Serikat, yang menyatakan jika terdapat potensi MNK pada lima cekungan di daerah Indonesia.

Berdasarkan 5 cekungan yang ada, salah satunya berada di sumur Gulamo provinsi Riau, yang mana dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan.

Bahkan potensi sumberdaya minyak dan gas MNK di Blok Rokan sumur Gulamo Riau ini mencapai 1,28 miliar barel.

Sebagai perbandingan, Indonesia selama ini selalu mengimpor minyak yang mencapai 1 juta barel minyak.

Jika proyek ini berhasil sepenuhnya, maka proyek ini juga akan mewujudkan ketahanan energi nasional, dengan mencapai target produksi 1 juta barel di tahun 2030.

Selain itu, selama pengeboran minyak yang akan dilakukan nanti, sumur Gulamo di Riau ini juga akan jadi yang terdalam di Indonesia.***

Rekomendasi