Boom! Iran Tembakkan Rudal Batu Neraka, Jantung Strategi Israel Luluh Lantah Kurang dari 24 Jam


inNalar.com
– Iran serang Israel dengan menembakkan rudal balistik berjuluk ‘Batu Neraka’ yang menghancurkan langsung Weizmann Institute of Science, Kota Rehovot, Israel pada Minggu 15 Juni 2024, dini hari.

Weizmann Institute of Science merupakan pusat terkemuka di Israel. Bisa dibilang bangunan ini merupakan jantung strategi Israel selama berpuluh-puluh tahun.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak serangan rudal Iran ke Israel langsung terasa. Terlihat, dua gedung Utama rusak parah dan begitu juga bangunan di sekitarnya.

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Perhatikan Tanggal dan Larangannya

“Beberapa laboratorium benar-benar hancur, tidak tersisa apapun,” kata Prof. Sarel Fleishman, ilmuwan biokimia Weizmann, dikutip inNalar.com dari Gulf News pada Jumat, 20 Juni 2025.

Aksi militer Iran terhadap Israel dengan menembakkan rudal ‘Batu Neraka’ menandai fase baru dalam konflik Timur Tengah.

Iran menyerang Israel bukan hanya secara militer, kini para ilmuwan turut menjadi target Utama.

Baca Juga: Tradisi Berburu Paus Terakhir di Dunia Ternyata Ada di Desa Terpencil Lembata, Nusa Tenggara Timur

Seperti dilaporkan oleh kantor berita Iraqi News, Israel telah lama menjalankan aksi intelijen yang menyasar ilmuwan nuklir Iran. Tentunya agar Iran gagal mengembangkan senjata nuklir

Tembakan rudal balistik “Batu Neraka” ini tidak lebih bentuk balas dendam Iran.

“Ini adalah kemenangan moral bagi Iran. Mereka berhasil menghancurkan pusat sains paling bergengsi di Israel,” ujar Prof. Oren Schuldiner, ilmuwan di Weizmann Institute of Science, dikutip inNalar.com dari Iraqi News.

Baca Juga: Malam 1 Suro 2025 Jatuh pada Hari Apa? Ini Jadwal, Tradisi-Larangannya

Weizmann Institute of Science sebenarnya bukan pusat riset baru, Namanya sudah tersohor di dunia karena kontribusinya dalam bioteknologi, fisika dan Kimia.

Diketahui, institut ini berdiri pada tahun 1934 dan punya koneksi kuat dalam industri pertahan Israel, seperti kerja sama dengan Elbit Systems selaku produsen senjata dan teknologi militer Israel.

Peristiwa Minggu dini tersebut bukan pertama kalinya, seorang ilmuwan Weizmann Institute of Science sempat mendapat ancaman pembunuhan yang diduga dari mata-mata Iran.

Namun, aksi ini berhasil digagalkan oleh Israel dengan menangkap beberapa tersangka.

Serangan terbaru ini jadi peringatan serius, bahwa Iran mampu menyerang jantung strategi Israel dalam Waktu kurang 24 jam.

“Mereka (Iran) ingin menunjukkan ‘kalian membunuh ilmuwan kami dan kami juga bisa membalas’,” tutup dari Yoel Guzansky, peneliti senior dari Institute for National Security Studies di Tel Aviv.

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]