Bolehkah Penderita Diabetes Melitus Berbekam? dr Zaidul Akbar Jelaskan Logika Sederhana Ini

inNalar.com – Berbekam merupakan salah satu pengobatan alternatif yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun,bagaimana dengan penderita diabetes melitus, apakah aman untuk melakukannya? Berikut ini penjelasan dr Zaidul Akbar.

Menurut dr Zaidul Akbar, kekhawatiran mendasar yang menghantui penderita diabetes melitus saat berbekam ialah luka yang dihasilkan dari proses pengobatannya akan lama sembuh.

Baca Juga: Luka Romero Resmi Bergabung dengan AC Milan: Klub Ini Adalah Mimpi yang Menjadi Kenyataan Bagi Saya!

Ada poin penting yang ditekankan oleh dr Zaidul Akbar mengenai bekam pada penderita diabetes melitus.

dr Zaidul Akbar menjelaskan logika sederhana terkait keduanya, yaitu titik luka diabetes yang lama sembuhnya biasanya berada di bagian tubuh paling ujung seperti kaki, sedangkan titik bekam biasanya dilakukan pada tubuh atas seperti punggung.

“Jadi sebenarnya relatif aman. Bahkan, justru sangat baik dalam memperbaiki fungsi organ-organ dalam,” ungkap dr Zaidul Akbar di kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official.

Baca Juga: 6 Tanda Gula Darah Tinggi Dilihat dari Kondisi Kulitnya, Banyak Penderita Diabetes Tak Menyadarinya

Jadi, menurutnya, bekam tetap aman bagi penderita penyakit kencing manis ini. Bahkan, bisa bermanfaat bagi kesehatan organ-organ dalam tubuhnya.

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa kini pembahasan mengenai diabetes melitus tidak hanya berkutat pada permasalahan kadar gula darah.

Seringkali permasalahan kadar gula tinggi juga diikuti dengan permasalahan resistensi insulin.

Baca Juga: Usai Pepet Lee Junho, YoonA SNSD Kini Merapat Ke Sosok Pria Tajir Ini, Mau Jadian?

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa resistensi insulin yang terjadi pada penderita diabetes melitus adalah kondisi penurunan kemampuan sel-sel tubuh dalam merespon hormon insulin.

Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar menerangkan lebih detail bahwa resistensi insulin ini akan melemahkan fungsi kelenjar adrenal.
Jadi, tidak heran meski penderita diabetes sudah makan tetapi orang tersebut akan tetap merasa lapar dan tidak berenergi. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah Adrenal Fatigue.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya penurunan gula darah pada penderita diabetes melitus yang melakukan pengobatan bekam basah.

Namun, tetap disarankan bagi penderita penyakit kencing manis ini untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan terapi pengobatan alternatif ini.

Pasalnya, reaksi tubuh setiap penderita diabetes melitus berbeda-beda dan butuh pengawasan yang cukup ketat.

Demikian penjelasan dr Zaidul Akbar mengenai pengobatan bekam bagi penderita diabetes melitus.***

Rekomendasi