Bolehkah Muslim Nonton Mukbang ASMR saat Puasa Ramadhan? Begini Kata Ustadz Wijayanto

inNalar.com – Siapa di antara kalian yang saat puasa Ramadhan sengaja menonton konten mukbang? Niatnya buat nahan lapar sih. Niatnya, menagan diri agar tidak batal tapi kita ingin mengondisikan otak kita tersugesti kenyang.

Namun bagaimana ya hukum nontonin konten mukbang dalam Islam, terutama ketika hal ini dilakukan bertepatan saat sedang berpuasa? Yuk simak nasihat dari Ustadz Wijayanto berikut ini.

Sebelum mengulik jawaban terkait hukumnya, mari kita pahami dahulu yang dimaksud dengan istilah yang sering berseliweran di FYP TikTok dan YouTube ini?

Baca Juga: 3 Resep Tumisan Sederhana dan Praktis, Menu Buka Puasa Ramadhan Anak Kos Banget, Enak Gak Perlu ke Warteg!

Mukbang adalah satu istilah yang diambil dari kosakata bahasa Korea yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu ‘meogda‘ yang artinya makan dan ‘bangsong‘ yang artinya siaran.

Siaran makanan seperti ini biasanya mempertontonkan bagaimana seorang host acara menyiarkan kegiatannya saat makan satu atau dua jenis menu makanan dalam jumlah yang banyak.

Nah, ada tambahan komponen lagi yang membuat siaran makan besar ini semakin digandrungi dan bikin ngiler para penonton. Yaitu, mereka mengunyah makanan dengan suara yang renyah dan detail.

Baca Juga: Masjid Terpopuler di Jogja Ini Berbagi Takjil Gratis 4.000 Porsi saat Ramadhan, Anggaran Hariannya Fantastis!

Biasanya konten mukbang seperti ini memiliki tambahan kata kunci, yaitu ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Rasanya ada sensasi puas dan menyenangkan saat melihat para host mengunyah makanan mereka, kan?

Bagi sebagian muslim, menonton konten Mukbang ASMR dapat menjadi salah satu jalan pintas menahan lapar dan memperlancar puasa Ramadhaan mereka.

Namun bagaimana sebenarnya Islam menetapkan hukum dan memandang fenomena seperti ini? Bolehkah muslim yang sedang puasa di bulan Ramadhan menonton konten semacam ini? Berikut jawaban dari Ustadz Wijayanto.

Baca Juga: Chapter 6 Is It The Canteen, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka: Hlm. 82-88

Menyadur dari YouTube Ustadz Wijayanto Official, beliau mengungkap hukum dan pandangan Islam mengenai aktivitas semacam ini.

Ustadz Wijayanto mengawali nasihatnya dengan mengingatkan kita kembali akan kemuliaan bulan suci Ramadhan di mana pada momen ini sebaiknya setiap Muslim meminimalisir kegiatan yang tidak mendatangkan manfaat besar bagi keimanannya.

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الـمَرْءِ ، تًرْكُـهُ مَا لاَ يَعْنِـيْـهِ

“Di antara tanda-tanda baiknya keislaman seseorang, ia memilih untuk meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya,”

Ungkapan di atas sebagaimana termaktub dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan secara hasan oleh At Tirmidzi.

Baca Juga: Bingung Cari Tempat Ngabuburit di Surabaya? Ini 10 Lokasi Paling Hits: Ke-5 Paling Syahdu, No. 8 Kesukaan Anak-anak!

“Sebaik-baiknya orang Islam, kata Nabi, adalah orang yang meninggalkan sesuatu yang membawa kesia-siaan, ucap sang Ustadz Wijayanto saat menjelaskan hukumnya.

Lebih lanjut, sang ustadz pun menjelaskan bahwa seorang Muslim yang baik adalah ketika ia diam maka dalam pikiran dan aktivitasnya ia lebih memilih untuk berdzikir dan merenungi kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Menonton konten Mukbang ASMR dikategorikan sebagai tontonan yang tidak mendatangkan manfaat, terlebih saat bulan Ramadhan ini.

Baca Juga: Surabaya Punya 5 Destinasi Ngabuburit Idaman Saat Bulan Ramadhan Lho: No. 3 Tempat Berburu Takjil Gratis Paling Top!

Hukumnya menurut Ustadz Wijayanto lebih baik ditinggalkan sebab masih banyak aktivitas bernilai pahala dan berkah serta menambah kesalehan Muslim yang dapat dilakukan.

Seorang Muslim diharapkan mampu memprioritaskan aktivitas mulia dan memiliki semangat mencari pahala sebanyak-banyaknya di bulan suci Ramadhan ini.

Pasalnya pada bulan inilah pintu Neraka ditutup dan Surga pun dibuka sebagai salah satu penanda bahwa momen ini adalah satu-satunya kesempatan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]