

inNalar.com – Cerita pilu datang dari seorang bocah perempuan di daerah SP 8, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
Gadis kecil berinisial V (9) itu diketahui menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh teman sebayanya di tempat mengaji.
Ibu korban, S membeberkan kondisi sang buah hati setelah mengalami peristiwa pilu tersebut.
S mengatakan, bahwa putrinya kini tengah dirawat jalan. Pasalnya, setelah diduga dicabuli oleh 2 teman sebanyanya, V mengalami drop dan trauma.
“Sekarang (V) masih rawat jalan, kemarin Senin drop lagi. Muntah, mencret demam gk mempan sama obat dari dokter,” kata S.
Sebelumnya keluarga korban sempat melimpahkan kasus ini ke pihak berwajib. Namun, narasumber inNalar.com mengatakan laporan dugaan pencabulan V dicabut karena korban tidak memiliki pendamping hukum.
“Orang tua korban pernah lapor polisi, punya bukti visum dari kedokteran juga, tapi di pihak kepolisian nggak dipakai,” terang narasumber.
Tak hanya itu, keluarga korban juga diduga mendapat perlakuan intimidasi dari keluarga pelaku yang diduga masih dari kalangan pejabat.
“Korban diduga dapat intimidasi karena posisi korban ini ekonomi lemah. Sampai lah tuntunan itu dicabut,” sambungnya.
2 bocah sebaya yang melakukan radupaksa terhadap V, diketahui masih sama-sama belajar dalam satu tempat mengaji.
Merasa tak berdaya dan susah mencari keadilan, S memilih pasrah serta fokus untuk kesembuhan sang buah hati.
Mengingat keluarga korban berasal dari kalangan bawah, S memohon bantuan untuk keringanan biaya pengobatan V.
“Kami memohon bantuan untuk keringanan biaya pengobatan anak kami yang masih trs berlanjut atas kasus pencabulan, yang sekarang sedang melakukan rawat jalan dan kondisinya (V) memburuk,” pungkas S.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi