

inNalar.com – Saat ini Indonesia dilanda cuaca panas yang mencapai 35-38 C pada beberapa wilayah di Indonesia.
Terutama wilayah Jawa sampai Nusa Tenggara yang termasuk Jabodetabek pada siang hari memiliki suhu yang tinggi.
Cuaca panas ini diprediksi oleh BMKG akan masih berlangsung pada periode Oktober sampai November.
Minimnya pertumbuhan awan khususnya siang hari yang menyebabkan sinar matahari tidak terdapat hambatan dalam menyinari permukaan bumi.
Suhu tertinggi yang diukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang Jawa Tengah mencapai 38 C di tanggal 25 dan 29 September lalu.
Lain halnya pada wilayah Jabodetabek dengan kisaran suhu 35-37 C dan tinggi maksimum di wilayah Tangerang 37 C.
Baca Juga: Potensi Ancaman Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Jawa, BMKG Ungkap Kabupaten Ini Rawan Terdampak
Pada cuaca panas ini tubuh akan sangat rentang terkena penyakit yang umum terjadi adalah dehidrasi karena panasnya suhu.
Pihak BMKG juga memberikan himbauan untuk menjaga stamina tubuh di cuaca panas ini terutama aktivitas outdoor
Sebelumnya terdapat gejala penyakit cuaca panas seperti keringat berlebih, kulit panas dan kering, mual, pusing sampai urin berwarna kuning pekat.
Baca Juga: Berlangsung hingga Oktober, Inilah Penjelasan BMKG Mengenai Fenomena Panas Terik di Indonesia
Kemenkes memberikan informasi mengenai 5 pencegahan dampak cuaca panas yang bisa dilakukan saat ini, antara lain
1. Memenuhi kebutuhan air minum agar tidak terdehidrasi,
2. Memakai pakaian yang tertutup atau aksesoris yang menghalang sinar matahari langsung,
3. Bagi area yang tidak tertutupi bisa menggunakan sunscreen dengan minimal SPF 30,
4. Aktivitas olahraga yang sebaiknya dilakukan indoor agar terhindar heatstroke atau dehidrasi, dan
5. Tidak meninggalkan siapapun di kendaraan yang terparkir walaupun kaca dalam keadaan terbuka atau tertutup.
Pentingnya kesadaran diri sendiri dalam menjaga tubuh di cuaca ekstrim ini bisa dengan meminum vitamin daya tahan tubuh dan lainnya yang menunjang stamina.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi