BMKG Angkat Bicara Masalah Cuaca Siklon Tropis Koinu: Peningkatan Intensitas 24 Jam, Kalimantan Berdampak?

InNalar.com – Lagi-lagi BMKG angkat bicara mengenai permasalahan cuaca siklon tropis. Diperkirakan intensitas siklon tropis koinu mengalami peningkatan dalam 24 jam.

Prakiraan intensitas peningkatan siklon tropis ini selama 24 jam. Intensitas 24 jam itu dijelaskan oleh BMKG yang angkat bicara permasalahan cuaca siklon koinu.

Permasalahan intensitas yang mengalami kenaikan 24 jam ini merupakan salah satu topik dalam BMKG bicara singkat seputar cuaca siklon tropis.

Baca Juga: Potensi Ancaman Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Jawa, BMKG Ungkap Kabupaten Ini Rawan Terdampak

Bicara singkat seputar cuaca yang dilakukan pada Sabtu (30/9/2023) ini mengangkat permasalahan yang berdampak pada cuaca Indonesia saat ini.

Siklon tropis terpantau BMKG berada di laut Filipina yaitu di sebelah timur Filipina, dengan kecepatan angin maksimum 35 Knots.

Tekanan udara minimum 1000 milibar (mb) bergerak ke arah utara hingga barat laut.

Baca Juga: Berlangsung hingga Oktober, Inilah Penjelasan BMKG Mengenai Fenomena Panas Terik di Indonesia

“Sudah diperkirakan intensitas siklon tropis telah meningkat dalam 24 jam dan bergerak ke arah utara hingga barat laut” ungkap BMKG.

Selain itu, siklon tropis ini ternyata memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia dalam 24 jam.

Perubahan dampak tidak langsung selama 24 jam ini berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Serta disertai dengan kilat.

Baca Juga: Jakarta Panas Menyengat, Simak Jadwal Lengkap Prediksi Cuaca BMKG, Kapan Musim Hujan di 2023?

Tidak hanya kilat, ternyata juga petir serta angin kencang di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Utara.

Selanjutnya terjadi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di wilayah perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud perairan Sitaro.

Siklon tropis koinu ini diperkiran berdampak pada hujan lebat di wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi ini seperti banjir bandang dan juga tanah longsor. Berlangsung pada Minggu (1/10/2023).

Wilayah Indonesia yang berpotensi terkena dampak ini adalah Kalimantan Utara dan Papua dengan status waspada.

“Oleh sebab itu, BMKG menghimbau bagi wilayah yang berpotensi terkena dampak ini untuk selalu waspada saat beraktifitas di luar rumah”ujar pihak BMKG yang menyarankan kita semua untuk selalu berhati-hati, terutama saat di luar rumah.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]