

inNalar.com – Suatu kegembiraan tersendiri bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) lantaran usulan pengembangan lapangan minyak di Riau berteknologi khusus yang bernilai fantastis ini tapak semakin nyata.
Dengan terbukanya keran proyek bernilai Rp3,7 triliun, itu berarti multiplier effect dari Proyek Steamflood EOR di Rantaubais ini akan semakin signifikan perkembangannya.
Lebih lanjut disebutkan bahwa kebutuhan dana fantastis tersebut akan digunakan untuk aktivitas pengeboran sumur dan pembangunan fasilitas produksi uap panas atau yang disebut dengan steam station.
Alokasi dana yang terakhir tentunya berkaitan dengan pemutakhiran fasilitas produksi yang ada di Rantaubais, khususnya saat realisasi pengembangan tahap – 1.
Sebagai informasi, SKK Migas dikabarkan telah menyetujui Proyek Enhanced Oil Recovery atau EOR dengan metode khusus yang dikelola PHR pada 1 Desember 2023.
Benny Lubiantara selaku Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas mengungkap alasan mengapa momen ini menjadi begitu penting bagi perseroan.
Menurutnya, dengan adanya persetujuan ini, itu berarti Rantaubais bakal menjadi lapangan minyak kedua di Indonesia yang menerapkan teknik EOR dengan metode Steamflood.
Adapun penerapan sistem Steamflood EOR ini terakhir diaplikasikan pada tahun 1995, tepatnya di Lapangan Duri.
Ditambah lagi, dengan disetujuinya penerapan Steamflood EOR di lapangan minyak yang berbasis di Riau ini juga menandakan bahwa proyek ini akan menjadi EOR komersial pertama yang seluruhnya dikontrol oleh PHR.
Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya pihak yang menjadi operator proyek ini adalah Caltex atau Chevron.
Niat mulianya dari penerapan Steamflood EOR ini pada dasarnya adalah adanya keinginan untuk mengembangkan Lapangan Rantaubais tahap – 1 agar bisa meningkatkan potensi cadangan minyak tambahan.
Peningkatannya pun tidak main-main, disebutkan oleh Benny bahwa pengembangannya bisa meningkatkan potensi simpanannya hingga 11 juta barrel.
Baca Juga: Daftar Pemain Unggulan Malaysia Open 2024: Indonesia Masih Digdaya, Fajar-Rian Sebatang Kara
Adapun produksi hariannya diproyeksikan mencapai 5.500 barrel minyak per hari (BpH).
Tentu dengan potensi besar dari proyek ini, PHR pun juga diramalkan mampu menyumbangkan pendapatannya ke negara mencapai Rp4,8 triliun.
Namun demikian, perlu diketahui bahwa euforia proyek ini bukan hanya ditujukan untuk upaya meningkatkan kapasitas produksi minyaknya saja.
Bukan pula hanya difokuskan pada ambisi investasi dan pendapatannya saja, tetapi adanya harapan multiplier effects yang mengikutinya,
Harapannya dampak perluasan ekonomi skala nasional ikut terpengaruh berkat implementasi metode Steamflood EOR ini.
Sebagai informasi tambahan, EOR merupakan serangkaian teknik yang digunakan suatu perusahaan berbasis energi untuk meningkatkan jumlah produksi minyak yang bisa dipulihkan dari reservoir minyaknya.
Sementara Steamflood adalah salah satu dari penerapan metode EOR yang niat utamanya digunakan untuk mempermudah teknis pengangkatan minyak berat.
Caranya adalah dengan menginjeksikan uap panas ke dalam reservoir. Adapun uap panas tersebut fungsinya adalah untuk mengurangi viskositas (tingkat kekentalan) minyak.
Dengan penerapan metode ini, diharapkan produk energi vital yang satu ini akan lebih mudah diangkat ke permukaan menggunakan pompa.
Dengan demikian, muaranya adalah ada kemungkinan yang lebih tinggi untuk meningkatkan jumlah minyak yang bisa dipulihkan.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi