Bisa Jual 2,01 Juta Metrik Ton Batu Bara, Ternyata Utang RMKE Semakin Membengkak, Totalnya…

inNalar.com – PT RMK Energy telah merealisasikan penjualan batu bara dengan jumlah yang sangat besar.

Hingga bulan November 2023 lalu, penjualan batu bara RMKE mencapai 2,01 juta metrik ton.

Angka tersebut menurun sebesar 5 persen secara year on year atau YoY.

Baca Juga: Dananya Hampir Rp500 Miliar, Embung KIPP di IKN Ini Langsung Dibangun 14 Buah Sekaligus, Selesai Kapan?

Penurunan penjualan berlangsung akibat adanya hambatan operasional di bagian produksi tambang in-house PT Truba Bara Enim yang sempat berhenti.

Namun, PT Truba Bara Enim telah beroperasi secara normal kembali pada November 2023 lalu.

Kini, pihak RMKE tengah fokus melakukan pembenahan operasional demi meningkat penerapan prinsip GcG yakni Good Corporate Governance.

Baca Juga: Proyek Washing Plant di Babel Diduga Rugikan Negara Rp29,2 M, Tersangka Inisial IA Sebenarnya Hanya Jadi Tumbal? Pelaku Aslinya…

Diharapkan hal tersebut dapat mendorong kinerja operasional dan tanggung jawab sosial korporasi.

Hingga kini pencapaian volume penjualan batu bara telah mencapai 72,2 persen.

Pencapaian RMKE tersebut masih belum optimal karena terkendala masalah korporasi selama 3 bulan terakhir.

Baca Juga: Sedot Dana Rp420 Miliar, Pembangunan RSUP Kota Kupang NTT Digarap 2 Perusahaan, Begini Porsinya

Berjalan dengan berbagai hambatan beberapa bulan terakhir, diketahui bahwa jumlah hutang RMKE membengkak dari tahun kemarin.

Dilansir inNalar.com dari laporan keuangan resmi PT RMK Energy, pada kuartal III tahun 2023 jumlah utang korporasi ini mencapai Rp556 Miliar.

Utang jangka pendeknya mencapai Rp483 miliar dan utang jangka panjangnya mencapai Rp73 miliar.

Baca Juga: Sedot APBN Rp986 M, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan Dulu Ditolak Warga, Kini Sukses Ubah Nasib Pertanian Daerah dan Mampu Hasilkan 8 Ton per Ha

Padahal pada tahun 2022 lalu, jumlah Uutang perusahaan ini hanya mencapai Rp470 miliar.

Utang jangka pendeknya mencapai Rp333 miliar dan hutang jangka panjangnya mencapai Rp136 miliar.

Jadi, kenaikan hutan RMKE ini naik sekitar Rp86 miliar dalam setahun.

Pendapatan emiten tambang ini juga menurun dari yang semula Rp1,9 triliun, tahun ini menjadi Rp1,8 triliun.***

Rekomendasi