

inNalar.com – Keberadaan bendungan di beberapa wilayah di Indonesia ini sudah ada bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu.
Salah satu contohnya adalah Bendungan Benanga Lempake yang ada di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur.
Bendungan Benanga Lampake dibangun sekitar tahun 1977 dengan luas mencapai 159 hektare dan dapat mengaliri lahan persawahan seluas 1.500 hektare.
Baca Juga: Jadi Capres 2024, Adu Hutang Ganjar Pranowo vs Prabowo Subianto, Siapa yang Paling Banyak Ya?
Karena sudah berumur sangat tua, bendung air ini mengalami penumpukan sedimentasi yang membuat daya tampungnya menyusut.
Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, daya tampung dari bendungan ini awalnya adalah sebesar 1,6 juta meter kubik, namun, menyusut hingga hanya 500 ribu meter kubik.
Oleh karena itu, revitalisasi bendung air ini sangat dibutuhkan. Pada tahun 2020 lalu, pemerintah menganggarkan Rp 26 miliar untuk mengeruk sedimentasi Bendungan Benanga Lempake.
Adapun tujuan dari pengerukan tersebut adalah untuk mengembalikan fungsi daripada bendung air ini sekaligus untuk menambah manfaat dengan dijadikan sebagai destinasi wisata.
Bendung air yang berada di Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur saat ini memiliki empat zona, yakni zona khusus, inti, budi daya, dan pemukiman.
Adapun zona khusus merupakan kawasan tertutup yang tidak sembarangan bisa dimasuki oleh masyarakat umum.
Baca Juga: Penemuan Harta Karun, Ternyata NTB Menyimpan Mineral Berupa Emas dan Tembaga yang Nilainya Mencapai…
Selanjutnya, zona inti adalah area yang mendukung proses biogeofisik perairan bendungan.
Kemudian, sesuai dengan namanya, zona budi daya adalah tempat masyarakat untuk melaksanakan budi daya ikan atau pertanian tanaman pangan.
Terakhir, zona pemukiman adalah adalah area yang dapat dikelola oleh masyarakat untuk kepentingan yang beragam.
Selain memiliki empat zona dengan fungsi masing-masing, Bendungan Benanga Lempake juga memiliki fungsi lain yakni dapat menyuplai air baku sebanyak 150 hingga 170 liter per detik.
Tidak hanya itu, setelah dilakukan pengerukan pada tahun 2020, bendung air yang ada Samarinda Utara, Kalimantan Timur ini dapat memenuhi kebutuhan irigasi seluas 715,56 hektare.
Bendung air ini juga berfungsi untuk mereduksi banjir di lima kecamatan di Kota Samarinda.
Bendungan Benanga Lempake memiliki daerah tangkapan seluas 194,5 km persegi yang berasal dari lima anak Sungai Karang Mumus.
BANJIR DI BENDUNGAN BENANGA LEMPAKE
Satu tahun sebelum pengerukan di bendung air ini dilakukan, terjadi banjir besar menyerang beberapa wilayah di Samarinda Utara.
Banjir besar yang terjadi pada Juni 2019 ini terjadi karena debit air di Bendungan Benanga Lempake terus meninggi hingga akhirnya mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus.
Akibat dari bencana ini, setidaknya tiga kecamatan di Samarinda Utara terendam banjir.
3 kecamatan tersebut antara lain adalah Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, dan Samarinda Ulu.***