

inNalar.com – Sejak tahun 1960, Indonesia telah memiliki impian besar terhadap kemajuan infrastruktur di setiap daerahnya.
Salah satu yang terbilang menjadi proyek paling ambisiusnya adalah pembangunan Jembatan yang menghubungkan daratan Banten di Pulau Jawa dan Lampung di Pulau Sumatera.
Jembatan penghubung Banten – Lampung ini kemudian dikenal dengan nama Jembatan Selat Sunda.
Proyek ambisius Jembatan Selat Sunda ini awalnya digagas dan dirancang oleh seorang tokoh bernama Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, yang merupakan sosok di balik karya besarnya, yakni Jembatan Suramadu.
Proyek Jembatan Selat Sunda ini sempat membara di tahun 2009, tetapi kemudian redup hingga kini karena sederetan pertimbangan khusus.
Hal tersebut dapat terlihat dari adanya Keppres 36 Tahun 2009 terkait pembentukan tim persiapan pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda.
Adapun pihak yang terlibat dalam tim tersebut meliputi Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan gubernur Lampung dan serta gubernur Banten.
Apabila Jembatan Selat Sunda ini benar-benar direalisasikan, biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunannya bisa mencapai Rp 100 triliun, merujuk pada data yang dicantumkan pada laman resmi Kementerian PUPR.
Baca Juga: Ada Sejak 10.000 SM, Pegunungan di Kalimantan Timur Ini Ternyata Simpan Segudang Harta Karun
Rancangannya, Jembatan termegah ini bakal membentang sepanjang 31 kilo meter dan lebarnya 60 meter.
Jalur yang akan dibangun tidak hanya untuk kendaraan mobil saja, melainkan untuk kereta api turut masuk dalam rancangan tersebut dan melintasi Pulau Sangiang.
Lantas, meredupnya proyek paling ambisius penghubung Sumatera dan Jawa ini apakah dikarenakan biayanya yang terlalu fantastis?
Ternyata, biaya bukanlah alasan utama proyek ini terhenti, melainkan karena ada deretan pertimbangan jangka panjang yang lainnya, yaitu antara lain sebagai berikut.
Baca Juga: Fenomena Tak Biasa, Gunung Kutukan di Sulawesi Selatan Ini Memiliki Bentuk Unik dan Menarik Seperti…
Baca Juga: Tidak Hanya di Jawa, Candi Peninggalan Majapahit Ternyata Juga Ditemukan di Kalimantan Barat!
Disadari bersama bahwa keberadaan Jembatan Selat Sunda akan memperlancar arus orang dan barang dari Banten menuju Lampung.
Sehingga mobilisasi antar Pulau Jawa dan Sumatera diharapkan tidak akan ada lagi hambatan.
Namun, dengan dana yang fantastis tersebut, Pemerintah Indonesia lebih mengutamakan untuk merampungkan Jalan Tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh.
Selain itu, Jalan Tol Trans Jawa yang membentang dari Tangerang hingga Probolinggo.
Pembangunan yang dipusatkan pada masing-masing pulau lebih diprioritaskan oleh Pemerintah Indonesia guna memeratakan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok.
Lebih dalam dari itu, pembangunan Jembatan penghubung Jawa – Sumatera ini pun membutuhkan usaha yang luar biasa besar.
Baca Juga: Makkah, Arab Saudi Diterpa Hujan Lebat Disertai Badai Petir, Berikut Kawasan yang Terkena Dampaknya!
Baca Juga: Pernah Ambruk! Ini Jembatan Terpanjang di atas Sungai Mahakam Kalimantan Timur, Pernah Melewatinya?
Pasalnya, perlu ada perhatian dampak jangka panjang terkait lingkungan ekosistem laut maupun satwa liar, serta kehidupan sosial masyarakat yang ada di sekitar wilayah proyek pembangunan maupun secara umum di Indonesia.
Kekhawatiran akan timbulnya kesenjangan ekonomi dan ketimpangan sosial pun juga turut membayangi tantangan proyek ambisius ini.
Meski sebagian masyarakat mendukung adanya infrastruktur penghubung Sumatera dan Jawa, dalam hal ini mulai dari Banten hingga Lampung.
Baca Juga: Auto Jadi Sekolah Terbaik, 5 SMA di Kalimantan Barat Ini Masuk Top 1000 Berdasarkan Nilai UTBK 2022
Akan tetapi, prioritas pembangunan di pulau lainnya seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali, dan pulau lainnya kini lebih menjadi perhatian Pemerintah RI dalam mengupayakan pembangunan ekonomi.
Pertimbangan geologis pun turut menjadi salah satu tantangan besar bagi proyek ini, mengingat jalur yang dilintasi berada di wilayah laut yang memiliki gelombang yang cukup besar dan keberadaannya dekat dengan gunung berapi anak krakatau yang masih aktif.
Hal tersebut tidak hanya berimplikasi pada efek dari aktivitas vulkaniknya saja, melainkan juga struktur lapisan dasar laut yang rentan bergeser akibat gempa yang ditimbulkan dari gunung berapi tersebut.
Baca Juga: KADIN Membangun Green Airport di Kalimantan Timur Sampai Melibatkan Investor Kanada?
Baca Juga: Writers on Strike: Ribuan Penulis Hollywood Lakukan Mogok Kerja , Profesi Terancam AI?
Namun, apabila nantinya Pemerintah RI mulai melirik kembali proyek ini, tentu manfaat yang dihasilkan bagi Pulau Jawa dan Sumatera akan sangat signifikan.
Mulai dari konektivitas dan mobilitas orang dan barang akan menjadi lebih mudah yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang menguat, hingga pemangkasan jarak tempuh antar daerah di Pulau Jawa menuju Sumatera.***