Biayanya Rp8,93 Triliun, Tol Manado-Bitung di Sulawesi Disebut Paling Merugikan Perusahaan, Apa Masalahnya?

inNalar.com – Beberapa tahun belakangan, pemerintah tengah giat melakukan pembangunan infrastruktur dan salah satunya adalah pembangunan jalan tol.

Pembangunan jalan tol ini salah satunya berada di Provinsi Sulawesi Utara.

Di Sulawesi Utara terdapat jalan tol yang baru saja diresmikan pada Februari tahun 2022 lalu.

Baca Juga: Bakal Diserobot Flyover Sei Ladi, Jalan Layang di Batam Kepulauan Riau ini Tak Kunjung Jadi, Apa Masalahnya?

Jalan tol di Sulawesi Utara tersebut dikenal dengan sebutan Ruas Tol Manado-Bitung.

Pembangnunan jalan tol Manado-Bitung dimulai pada tahun 2016 dan bagian dari jaringan tol trans Sulawesi.

Jalan tol Sepanjang 39 km ini dikelola oleh PT Jasamarga Manado Bitung.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! dr Zaidul Akbar Makan ini Agar Ginjal Tetap Kuat, Bahannya Ada di Dapur Rumah!

Pembangunan jalan tol Manado Bitung dibagi menjadi 4 seksi yakni Seksi 1A Manado-Sukur dan seksi 1B Sukur-Air Madidi.

Kemudian, di seksi 2A Air Madidi-Danowudu dan seksi 2B Danowudu-Bitung.

Dengan beroperasinya tol Manado-Bitung ini maka jarak tembuh 2 kota besar di Sulawesi Utara semakin singkat yakni Manado dan Bitung.

Baca Juga: Telan Dana Rp37 Miliar, Jalan di Pontianak Kalimantan Barat Progresnya Lebih 70 Persen, Rampung Tahun 2023?

Selain itu, dengan adanya tol ini maka akan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian di dua kota ini.

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, jarak tempuh dari Manado ke Bitung yang sebelumnya 1,5 hingga 2 jam, kini menjadi hanya 35 menit saja.

Jalan tol senilai Rp 8,93 triliun ini juga diharapkan bisa mendukung akses ke destinasi wisata Likupang yang kini sedang dikembangkan.

Namun dibalik beberapa fungsi pentingnya, Jasa Marga menyebut jalan Tol Manado-Bitung merupakan jalan tol yang paling merugikan perusahaan.

Jalan tol Manado-Bitung dinilai belum menguntungkan karena lalu lintas yang masih sepi.

Bahkan, jalan tol Manado-Bitung ini diperkirakan belum akan balik modal hingga 40 tahun mendatang.

Hal ini disebabkan oleh Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung yang kurang bergairah.***

 

 

Rekomendasi