

inNalar.com – Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak ini bertujuan untuk melengkapi konektivitas antara jalan yang ada di Jawa Tengah.
Proyek Jalan Tol Semarang-Demak ini dibangun dalam dua seksi dengan skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU).
Adapun seksi 1 dari proyek Jalan Tol Semarang-Demak ini membentang sepanjang 10,64 km dan merupakan porsi milik pemerintah.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun seksi 1 ini adalah sekitar Rp 10,56 triliun.
Selanjutnya, seksi 2 dari Jalan Tol Semarang-Demak ini merupakan porsi dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD).
Adapun biaya yang dikeluarkan untuk membangun seksi 2 dari jalan ini adalah Rp 5,9 triliun dengan panjang 16,01 km.
Pembangunan seksi 2 dari proyek ini sudah selesai dan diresmikan pada 25 Februari 2023 lalu. Sedangkan, seksi 1 baru mulai dibangun pada tahun 2022 lalu.
Meski baru dibangun tahun 2022 lalu, terdapat hal menarik dari proyel jalan tol ini.
Berbeda dari lainnya, seksi 1 dari jalan ini tidak hanya menggunakan beton dan aspal, namun, juga memakai bambu.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah bambu yang digunakan bahkan mencapai angka 10 juta batang.
Pertanyaannya, untuk apa bambu sebanyak itu dalam pembangunan jalan tol yang seharusnya menggunakan beton dan aspal ini?
Jawaban dari pertanyaan ini adalah batang bambu yang jumlahnya sangat banyak itu digunakan sebagai matras jalan.
Sebagian dari Jalan Tol Semarang-Demak seksi 1 ini tidak dibangun di atas tanah padat, melainkan, di atas laut. Panjang jalan yang berada di atas laut ini adalah sekitar 6,7 km.
Dasar laut yang begitu lunak membuat pemerintah harus memutar otak agar jalan bisa dibangun dengan lancar.
Tentunya, penggunaan matras bambu ini sebelumnya sudah dilakukan pengujian terlebih dahulu.
Pengujian ini dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) dengan didukung oleh PT Lapi ITB.
Setelah pengujian dilakukan, bambu disusun hingga membentang sepanjang jalur laut yang dilewati.
Rakitan bambu tersebut ditimbun dengan menggunakan lapisan pasir laut sehingga dapat tenggelam dan terus ditumpuk dengan rakitan lainnya sampai 17 lapisan.
Proses pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak yang unik ini tentunya sangat menarik. Selain juga berfungsi sebagai tanggul laut, proyek yang menggunakan banyak bambu ini juga menguntungkan beberapa pihak.
Seksi 1 Jalan Tol Semarang-Demak ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 dan mulai beroperasi pada tahun 2025.
Pihak yang Diuntungkan Proyek Jalan Tol Semarang-Demak
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak membutuhkan setidaknya 10 juta batang bambu.
Bambu-bambu itu tentunya didapat dari para penjual atau petani bambu.
Dilansir inNalar.com dari akun Youtube pupr_binamarga, teknologi matras bambu ini mampu meningkatkan ekonomi para petani bambu.
Pada hari-hari biasa, petani hanya menebang sekitar 50 batang bambu per bulan. Hal ini karena konsumen yang memanfaatkan bambu biasanya hanya produsen kerajinan saja.
Namun, semenjak ada proyek Jalan Tol Semarang-Demak ini, para petani atau penjual bambu mampu menebang sekitar 80 hingga 100 batang bambu per hari.
Selain itu, karena tidak memerlukan jenis khusus dalam pembangunan Tol Semarang-Demak ini, petani dapat menebang bambu apa saja asalkan memiliki panjang setidaknya 10 meter dengan diameter minimal 10 cm atau yang sudah berumur tiga tahun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi