Biayanya Nyaris Rp 80 Triliun, Proyek Tol di Jawa Tengah Ini Full Didanai Perusahaan Raksasa China


inNalar.com
– Rencana pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap kembali menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) Level 3 dan didorong dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol Kementerian PUPR 2025–2029.

Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 75,8 triliun atau nyaris Rp 80 triliun ini akan melintasi lima kabupaten di Jawa Tengah dan menjadi bagian penting dari pengembangan Tol Trans-Jawa Jalur Selatan.

Menariknya, mega proyek ini diminati oleh perusahaan raksasa asal China, Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co. Ltd, yang menyatakan minat penuh untuk membiayai proyek tol tersebut secara menyeluruh.

Baca Juga: Silfester Matutina 6 Tahun Lolos Hukuman Penjara Usai Fitnah Jusuf Kalla, Ternyata Ada Koneksi Kuat dengan Jokowi

Kembali Masuk PSN setelah Pandemi

Rencana pembangunan Tol Pejagan–Cilacap sudah muncul sejak 2016–2017 melalui prakarsa PT Jasa Marga dan usulan dari Bupati Banyumas saat itu, Achmad Husein.

Namun, proyek ini sempat tertunda karena pandemi COVID-19 dan akhirnya dikeluarkan dari daftar PSN. Kini, proyek tol sepanjang 141,80 km ini resmi masuk kembali sebagai bagian prioritas nasional.

Baca Juga: Wilayah Termiskin di Papua Dipimpin Bupati dengan Kekayaan Rp 211 Juta, Tanpa Kendaraan Pribadi

Menurut data Kementerian PUPR, tol ini akan menghubungkan jalur selatan dan utara Pulau Jawa, dari wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) hingga kawasan pantura seperti Cirebon dan Pekalongan Raya.

Hal ini menjadi kunci distribusi logistik antara selatan dan utara Jawa.

Diminati Perusahaan BUMN China

Minat investasi datang dari Guangxi Beibu Gulf Investment Group, BUMN besar asal China yang belum pernah berinvestasi di Indonesia sebelumnya.

Menurut pernyataan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, inisiatif pertemuan dengan pihak Kementerian PUPR terjadi lewat relasi holding-nya di Jakarta.

“Kebetulan (perusahaan) yang saya punya holding di Jakarta itu berkawan dengan salah satu BUMN China, Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co. Ltd. Kemudian, mereka mau ketemu dengan Menteri PU,” ujar Sadewo, dikutip inNalar.com, Selasa 5 Agustus 2025.

“Prinsipnya mereka berminat investasi di Tol Pejagan–Cilacap. Itu dulu. Realisasinya saya belum tahu,” tambahnya.

Sadewo juga menyatakan bahwa proyek ini kini sudah naik statusnya menjadi prioritas dan telah melalui kajian kualifikasi.

“Siapa investornya? Salah satunya adalah Guangxi Beibu Gulf Investment Group, BUMN China, yang ingin masuk ke Indonesia, tetapi belum menemukan mitra,” tegas Sadewo.

Rute, Ruas, dan Exit Tol Strategis di 5 Kabupaten

Jalan tol Pejagan–Cilacap akan melintasi:

  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Cilacap

Beberapa Gerbang Tol yang Direncanakan:

  • Pejagan (KM 0)
  • Margasari
  • Bumiayu
  • Ajibarang
  • Wangon
  • Cilacap (KM 81+140)

Untuk mendukung pengembangan kawasan industri, Bupati Banyumas mengusulkan pembangunan exit tol antara Ajibarang dan Wangon.

Progres Pemetaan Lahan dan Rencana Konektivitas

Sejak 2020, proyek ini telah memasuki tahap pemetaan lahan, terutama di Kabupaten Brebes yang mencakup 29 desa di 6 kecamatan. Lokasi-lokasi tersebut antara lain:

– Brebes: Lembarawa, Kalimati, Krasak

– Jatibarang: Kalipucang, Kramat, Tembelang, dll.

T- onjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, dan lainnya.

Di Kabupaten Tegal, ruas jalan tol akan melewati Kecamatan Margasari dan wilayah Bumiayu direncanakan memiliki gerbang tol baru.

Pembangunan Tol Pejagan–Cilacap ini diharapkan mampu mengatasi kemacetan antar wilayah selatan dan utara Jawa dan mempercepat distribusi barang dan jasa.

Sehingga harapannya bisa menarik minat investor industri di wilayah strategis seperti Wangon (Banyumas)

Target Pembangunan dan Operasional

Menurut rencana resmi Kementerian PUPR, pembangunan jalan tol ini akan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2029.

Kementerian PUPR menempatkan proyek ini sebagai bagian penting dari pengembangan konektivitas nasional jangka menengah, khususnya untuk memecah beban arus lalu lintas dari jalur utara.

Dengan nilai investasi nyaris Rp 80 triliun, proyek Jalan Tol Pejagan–Cilacap menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan.

Diminati oleh perusahaan besar Tiongkok seperti Guangxi Beibu Gulf Investment Group, proyek ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa.

Namun, proses realisasi dan pembentukan kerja sama investasi masih dalam tahap awal dan menjadi tantangan tersendiri yang perlu dicermati secara cermat dan transparan.

Rekomendasi