Biaya Pembangunannya 1 Juta Gulden, Masjid Raya di Medan Ini Bahan Bangunannya Didatangkan dari Prancis?

inNalar.com – Terdapat sebuah masjid yang telah berusia lebih dari seratus tahun di Medan, Sumatera Utara.

Masjid bersejarah tersebut dikenal oleh masyarakat dengan nama Masjid Raya Al-Mashun.

Lokasi dari tempat ibadah umat Muslim tersebut berada di Jl. Mahkamah No.74c, RT.02, Mesjid, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga: Resmi Dioperasikan 50 Tahun yang Lalu, Bandara di Batam Ini Habiskan Total Investasi KPBU Hingga Rp6,9 Triliun Hanya Buat…

Penamaan dari bangunan berusia lebih dari seratus tahun ini berasal dari kata Al-Mashun yang berarti diperlihara.

Sesuai dengan namanya, bangunannya hingga kini masih sangat terpelihara dan terawat dengan baik.

Tempat ibadah ini mulai dibangun pada tahun 1906 dan rampung pada tahun 1909.

Masjid ini telah berdiri pada saat Indonesia masih dijajah bangsa asing pada saat itu.

Baca Juga: Total Dividen 500 Juta USD, Pemegang Saham Adaro Energy Bersiap Ketiban Cuan Usai ADRO Rilis Jadwal Pembagian Dividen, Ini Tanggalnya

Untuk membangun masjid yang indah dan megah itu, Sultan terpaksa memilih J.A. Tingdeman sebagai arsiteknya.

Diketahui bahwa J.A. Tingdeman merupakan seorang arsitek berkebangsaan Belanda.

Mengingat saat itu masih belum ada arsitek yang berasal dari Indonesia.

Baca Juga: 3 Pebulutangkis yang Bisa Jadi Partner Baru Yeremia Rambitan seusai Dicerai Pramudya Kusumawardana, Siapa Saja?

Secara keseluruhan, biaya pembangunannya ditanggung oleh Sultan Maamun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX.

Ongkos untuk membangun rumah ibadah ini tak main-main mahalnua, yakni mencapai satu juta gulden.

Maka dari itu, tiap-tiap bahan bangunan yang digunakan merupakan bahan dengan kualitas terbaik.

Baca Juga: Teken Kontrak Jumbo Rp587 Miliar, Pembangunan Stadion PON 2024 di Sumatera Utara Ini Ditargetkan Rampung Kurang dari Setahun, Kapasitasnya…

Diketahui bahwa lantai masjid ini terbuat dari marmer yang berasal dari Italia.

Sementara itu, lampu kristal yang dipasang di tempat ibadah ini didatangkan langsung dari Prancis.

Keindahan arsitektur masjid Raya Al-Mashun membuatnya tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat wisata religi.***

Rekomendasi