Biaya Asramanya Lebih dari Rp1 Miliar, Ternyata SMA Bergengsi di Amerika Serikat Pernah Tersandung Skandal Kriminal

inNalar.com – Salah satu SMA bergengsi di Amerika Serikat ini dikenal dengan nama Deerfield Academy.

Deerfield Academy adalah sekolah asrama dan sekolah harian persiapan perguruan tinggi independen di Deerfield, Massachusetts.

Sekolah ini Didirikan pada tahun 1797, ini adalah salah satu sekolah menengah tertua di Amerika Serikat.

Baca Juga: Nyaris Semua Gurunya Tinggal di Kawasan Sekolah, SMA Bergengsi di Amerika Serikat Ini Kini Memiliki 15 Asrama

Nilai-nilai inti Deerfield Academy mencakup kewarganegaraan, interaksi tatap muka, keterhubungan, refleksi dan keseimbangan, mengejar penguasaan dan berbagi pengalaman.

Selain beragam kursus akademis yang ketat, sekolah ini menekankan pentingnya seni, atletik, dan pengabdian masyarakat.

Miliki mutu akademik yang baik, kehidupan belajar siswa disini juga ditunjang dengan fasilitas super lengkap.

Baca Juga: Jadi Almamater Orang Terkaya di Dunia, SMA Elit di Amerika Serikat Ini Sediakan Program Studi di Luar Sekolah

Fasilitas tersebut mulai dari perpustakaan, lapangan olahraga, dan sebagainya.

Tak hanya itu, Deerfield Academy juga memiliki banyak asrama untuk siswa-siswanya.

Dengan fasilitas tersebut dan sistem pendidikan yang baik, biaya sekolah disini tergolong mahal.

Baca Juga: Berdiri pada Tahun 1781, SMA Bergengsi di Amerika Serikat Ini Punya Belasan Fasilitas Olahraga Super Lengkap

Untuk biaya harian, para orang tua harus menyediakan setidaknya 51.300 USD atau sekitar Rp835 juta.

Sementara itu, untuk biaya asramanya mencapai 70.900 USD atau kurang lebih Rp1 miliaran.

Meski begitu, sekolah ini sempat terkena skandal yang cukup menghebohkan.

Baca Juga: Berdiri di Lahan Seluas 226 Hektar, Sekolah Elit di Amerika Serikat Ini Miliki Fasilitas Super Lengkap: Ada Lapangan Golf?

Pada tahun 2004 seorang alumni mengungkapkan kepada kepala sekolah Deerfield saat itu Eric Widmer bahwa dia telah dilecehkan secara seksual pada musim dingin tahun 1983 oleh anggota fakultas Peter Hindle.

Pada saat itu, Widmer menanggapi dengan simpatik tetapi tidak menanyakan rinciannya.

Kemudian, hampir satu dekade berlalu alumni tersebut mengangkat masalah ini lagi, kali ini dengan kepala sekolah baru Margarita Curtis, yang menurutnya menunjukkan otoritas moral yang jelas dan menawarkan dukungan tanpa syarat sejak awal.

Baca Juga: Berdiri pada Tahun 1781, SMA Bergengsi di Amerika Serikat Ini Punya Belasan Fasilitas Olahraga Super Lengkap

Investigasi yang dilakukan oleh pengacara akademi mengkonfirmasi tuduhan tersebut dan mengungkap lebih banyak.

Pada akhir Maret 2013 akademi menerbitkan informasi bahwa dua mantan anggota fakultas telah melakukan beberapa kontak seksual dengan siswa yakni Peter Hindle dan Bryce Lambert.

Sekolah mencabut nama Hindle dari kursi pengajar matematika dan lapangan squash sekolah, dan melarangnya menghadiri acara kampus.***

Rekomendasi