

inNalar.com – Sebagai informasi pembangunan Flyover Aloha atau disebut juga Flyover Djuanda yang saat ini sudah mulai berdiri kokoh.
Adanya flyover ini sangat dinantikan oleh masyarakat dikarenakan akan mengurangi kemacetan pada lalu lintas simpang tiga Bundaran Aloha.
Flyover yang dibangun oleh Kementerian PUPR sudah ada pada tahap pemasangan Steel Box Girder Merah Putih.
Dibangun di atas perlintasan rel kereta api yang merupakan akses jalan Bandara Juanda.
Pembangunan sudah dimulai pada tanggal kontrak 1 November 2022 yang mempunyai masa pelaksana 540 hari sampai 23 April 2024.
Melansir informasi pada laman resmi PUPR, di bulan Agustus 2023 pembangunan berada pada 50,24% yang melebihi rencana yang sudah ditetapkan yaitu 49,55%.
Baca Juga: Ini Penuturan dr Cahyono Mengenai Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW, Ternyata Begini Caranya
Biaya yang bersumber dari APBN dengan total Rp 332,8 M yang dianggarkan dengan cara Multy Years Contract (MYC) tahun 2022-2024.
Terdapat perubahan nama dari Flyover Aloha menjadi Flyover Djuanda yang merupakan upaya menghormati jasa Pahlawan Nasional Djuanda Kartawidjaja.
Pahlawan yang mencetus Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 juga penggagas pembangunan bandara internasional di Jawa Timur.
Kementerian PUPR juga membangun tiga flyover yang berguna mendukung sterilisasi perlintasan pada rel kereta api sepanjang jalan nasional yaitu:
Flyover ini dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur, Ditjen Bina Marga dan kontraktor pelaksana PT WIKA.
PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) yang merupakan anak perusahaan PT WIKA yang bergerak pada Perusahaan Engineering, Production & Instalation (EPI).
Berhasil memasak Steel Box Girder Merah Putih di Flyover Aloha, Sidoarjo.
Sudah terpasang 10 box girder sejak tanggal 23 September 2023, produksi Steel Box Girder ini memakan waktu dua bulan oleh Pabrikasi Baja Malengka.
Terdapat beberapa kelebihan dalam penggunaan Steel Box Girder antara lain:
***