

inNalar.com – Banjarmasin merupakan salah satu kota yang ada di Kalimantan Selatan.
Di Banjarmasin terdapat sebuah pasar unik yang terbilang menjadi salah satu ikon pariwisata.
Pasar ini terletak di atas sungai Kuin atau Sungai Barito dan dikenal dengan nama pasar Terapung Kuin.
Secara administratif, pasar Terapung Kuin berlokasi di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pasar terapung ini merupakan pasar tertua di Banjarmasin dan diperkirakan berusia 400 tahun.
Para pedagang dan pembeli di pasar terapung ini menggunakan Jukung atau perahu dalam bahasa Banjar.
Masa kejayaan dari pasar ini sekitar tahun 1980 hingga 1990-an, apalagi ketika muncul di iklan RCTI.
Pasar Terapung Kuin dimulai pada pagi hari setelah salat Subuh hingga pukul tujuh pagi.
Para pedagang di pasar ini menjual hasil produksinya sendiri.
Keunikan dari pasar ini adalah masih seringnya terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu.
Namun, pada 2009 silam pasar terapung ini mulai ditinggalkan oleh para pedagangnya dan disebut mati suri.
Setelah sekian lama ‘mati suri’ pasar terapung ini akhirnya hidup kembali.
Dilansir inNalar.com dari diskominfotik.banjarmasihkota.go,id, nama pasar ini pun berubah menjadi Pasar Terapung Kuin Alalak.
Meskipun telah dihidupkan kembali oleh pemerintah setempat dan berganti, nyatanya pasar ini tetap mulai sepi peminat.
Banyak pedagang yang lebih memilih berjualan di pasar tradisional di sekitar Alalak dan Kuin.***