Berusia 27 Tahun, Jembatan di Bali Ini Jadi Satu-satunya Akses Menuju Pulau Buatan, Coba Tebak Namanya!

inNalar.com – Pulau Serangan merupakan pulau buatan yang ada di Bali dengan luas sekitar 523 hektar.

Dibuat sejak pemerintahan Presiden Soeharto, pulau buatan pertama di Bali tersebut dikhususkan untuk pariwisata.

Letaknya yang berjarak sekitar 5 km dari Kota Denpasar mengharuskan pengunjung untuk menyebrang melewati lautan.

Baca Juga: 6 Makanan Tradisional Khas Sunda yang Wajib Dicoba Dulu Jika Berkunjung ke Kota Bandung, Seblak Termasuk?

Namun, untuk mengakses pulau tersebut pengunjung tidak harus menggunakan kapal, melainkan bisa melalui jembatan.

Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, Jembatan Serangan merupakan akses satu-satunya menuju Pulau Serangan di Bali.

Menjadi jembatan permanen, rupanya infrastruktur ini sudah berusia lebih dari 27 tahun sejak pembangunannya pada tahun 1996.

Baca Juga: Inilah 5 Kandungan Skincare Beserta Manfaatnya, Mulai dari Anti Jerawat hingga Mencegah Penuaan Dini

Pembangunan ini mempermudah pengunjung yang tadinya harus menaiki perahu dari Tanjung Benoa menuju pulau kecil ini.

Jembatan Serangan sendiri menjadi jalur kendaraan bermotor untuk mengakses berbagai kawasan di pulau buatan pertama Bali.

Bahkan, selain ke pulau buatan, jembatan ini juga bisa digunakan untuk menyebrang ke Pulau Lembongan melalui dermaga.

Baca Juga: Miliki Wahana Senilai Rp 3 Miliar, Tempat Wisata di Malang Jawa Timur Ini Luasnya Hampir Mencapai 3 Hektar

Selain digunakan untuk menyebrang, Jembatan Serangan sering digunakan untuk menikmati keindahan alam di Bali.

Lokasinya yang melintas di atas perairan membuat jembatan tersebut kerap dikunjungi untuk berfoto.

Waktu yang paling pas untuk mengunjungi jembatan ini adalah sore hari, di mana bisa melihat pemandangan matahari terbenam di laut.

Pulau Serangan sendiri merupakan proyek reklamasi yang dilakukan pada tahun 1997 di Bali.

Pulau buatan pertama di Bali ini dulunya hanya memiliki luas 101 hektar, namun meluas menjadi kurang lebih 500 hektar.

Perluasan tersebut dilakukan dengan cara reklamasi guna menjadi pulau wisata, namun tidak difungsikan dengan baik.

Usai mangkrak selama 21 tahun, Pulau Serangan kini diklaim sebagai pulau wisata masa depan Bali.

Hal ini dibuktikan dengan investasi Rp104 triliun yang digunakan untuk membangun kawasan pariwisata oleh Bali Turtle Island Development.

Meski belum memiliki akses selain jembatan permanen, Pulau Serangan diharapkan membantu perekonomian dalam bidang pariwisata.***

Rekomendasi