Berusia 1200 Tahun, Kampung Tradisional Unik Autentik di NTT Masyarakatnya Melakukan Pemujaan Pada….

inNalar.com – Kampung tradisional di NTT ini masih mejaga kelestarian budaya hingga kepercayaan nenek lulur yang masih diterapkan sampai sekarang.

Upacara adat yang dilakukan di sebuah perkampungan tradisional NTT ini masih kental dengan budaya nenek moyang.

Letak dari perkampungan tradisional NTT ini berada di puncak perbukitan yang alamnya masih terjaga keasliannya.

Baca Juga: 90 Persen Gurun Pasir, Negara Djibouti di Afrika Alami Kekurangan Air dan Memiliki Suhu Terpanas di Dunia

Kampung tradisional di NTT tersebut memiliki nama Kampung Triwuriwu yang ditengah-tenaghnya terdapat sebuah bangunana yang disebut dengan Bhaga dan juga Ngadhu.

Nama tersebut digunakan untuk para dewa Ngadhu digunakan untuk sebutan dewa laki-laki sedangkan untuk Bhaga disebutkan kepada dewa perempuan.

Bangunan rumah yang berada di kampung tradisional tersebut atapnya menggunakan alang-alang yang telah dikeringkan.

Baca Juga: Cukup Bahan di Dapur, Ini Cara Buat Racun Tikus Paling Efektif Tanpa Harus Keluar Uang Banyak, Auto Minngat!

Desain dari bangunan yang unik dan juga menarik serta berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya yang terletak di Indonesia.

Daya tarik tersendiri di perkampungan tersebut tidak hanya pada arsitektur bangunananya saja melaikan gunung yang sangat cantik.

Gunung tersebut memiliki nama Gunung Inerie yang menambahkan panorama alam yang sejuk dan juga indah.

Baca Juga: dr Djaja Surya Atmaja Sebut Sianida Ada di Sekeliling Kita, Ternyata ada di Makanan, Perlukah Kita Waspada?

Jauh dari polusi kendaraan dan juga keramaian kampung tradisional tersebut penduduknya hidup damai.

Alat yang digunakan untuk memasak juga masih menggunakan peralatan tradisional sampai saat ini.

Tradisi khas yang dilakukan oleh masyarakat yang menetap di kampung tradisional tersebut melakukan pemujaan terhadap gunung.

Pemujaan tersebut sudah ada sejak zaman para leluhur nenek moyang pemujaan terhadap gunung merupakan bentuk dari pemujaan terhadap dewa.

Dilansir dari kemdikbud kampung tradisional tersebut sudah ada sejak 1200 tahun yang lalu, keberadaan dari perkampungan tersebut memiliki gerbang 1 pintu.

Perkampungan adat tradisional yang masih ada dan terjaga kelestariannya tersebut bisa dijadikan sebagai rekomendasi waktu liburan.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]