

InNalar.com – Soekarno-Hatta merupakan bandar udara yang hingga kini menyandang sebagai bandara terbesar di Indonesia.
Sementara bandar udara terbesar ke-2 di Indonesia yaitu berada di kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Namun siapa sangka? Ternyata saat membangun bandar udara terbesar ke-2 tersebut pengerjaannya sempat molor.
Baca Juga: Berdiri Sejak 2014, Museum di Jember Ini Jadi Gudangnya Ilmu Tembakau dan Terapkan Berbagai Inovasi
Pasalnya, gagasan untuk membangun bandar udara tersebut sudah ada sejak era Megawati menjadi presiden.
Pada tahun 2003 studi kelayakan pun juga sudah dilakukan guna melaksanakan pembangunan bandar udara yang dimaksud.
Selain itu pada tahun 2005 izin penetapan lokasi juga telah dilakukan.
Berdasarkan rencana awal, sebenarnya pemerintah provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyatakan untuk sanggup membiayai pembangunan bandar udara tersebut menggunakan dana dari APBD.
Walaupun pada akhirnya ternyata pemprov Jabar hingga tahun 2011 malah tak kunjung mengerjakan bandar udara tersebut.
Usut punya usut, setelah dilakukan peninjauan ulang ternyata untuk membangun bandar udara tersebut harus menggunakan dana APBN pula.
Perlu diketahui, dengan menyandang gelar terbesar ke-2, sebenarnya pembangunan bandar udara ini cukuplah fantastis.
Karena anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk membangun bandara terbesar ini yaitu sebesar Rp2,6 triliun.
Bahkan karena saking lamanya pengerjaan tersebut molor, membuat ijin penetapan lokasi untuk membangun bandar udara di kabupaten Majalengka ini sampai hangus.
Akhirnya beberapa tahun kemudian, pemerintah mulai melaksanakan pembangunan bandar udara tersebut yang dimulai dengan pembersihan lahan dan persiapan lokasi pada tahun 2014.
Selain itu, anggaran yang digunakan untuk membangun bandar udara terbesar ini yaitu menggunakan anggaran dari kementerian perhubungan.
Setelah molor bertahun-tahun, akhirnya konstruksi dari pembangunan bandar udara di kabupaten Majalengka ini mulai dibangun pada 2015-2017.
Diresmikan pada Mei 2018, lapangan terbang ini awalnya memiliki landasan pacu sepanjang 2500 meter.
Akan tetapi, ternyata masih terdapat pengembangan lagi sehingga landasan pacu dari lapangan terbang tersebut memiliki panjang 3000 meter pada 2019.
Walau menyandang terbesar ke-2 di Indonesia, ternyata bandar udara tersebut sempat juga disebut sebagai bandara mangkrak atau mati.
Pasalnya, setelah diresmikan diketahui hanya ada sedikit sekali penumpang yang menggunakan bandar udara tersebut.
Bahkan pada Juli 2019 bandar udara yang berada di daerah Jawa Barat tersebut malah ditutup.
Apalagi ada rencana pula jika bandar udara tersebut akan digunakan sebagai bengkel pesawat hingga sahamnya akan dijual ke investor asing.
Baca Juga: Hanya di Shopee Mall! Beli Kanebo Cosmetics Bisa Dapat Hampers dan Voucher Gratis!
Ditambah kegiatan di bandar udara tersebut pastinya akan semakin sepi, saat covid-19 melanda di Indonesia.
Usai mati bertahun-tahun, akhir pada mei 2023 terdapat lagi aktifitas penerbangan di bandar udara terbesar di Jawa Barat tersebut.
Dilansir dari laman dephub, pada 29 Oktober 2023 pemerintah resmi membuka kembali aktifitas di bandar udara tersebut.
Adapun nama dari bandar udara terbesar ke-2 ini adalah andara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati.
Diperkirakan nantinya bandar udara ini akan ramai penumpang, karena tol Cisumdawu di daerah tersebut sudah beroperasi.
Perlu diketahui, tol Cisumdawu merupakan satu akses yang memudahkan masyarakat agar dapat tiba di bandara yang berada di daerah Majalengka tersebut. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi