Bertahan Sejak Zaman Purba, Rawa di Banten Ini Jadi Satu-satunya Rawa Pegunungan Di Pulau Jawa

inNalar.com – Rawa pegunungan biasanya ditemukan pada ketinggian yang sangat tinggi dan ditandai dengan keberadaan tanah yang tergenang air.

Selain itu, rawa pegunungan biasa menyediakan habitat penting bagi berbagai flora dan fauna serta keberlangsungan ekosistemnya.

Hal ini menjadikan rawa pegunungan sedikit langka, bahkan untuk daerah yang penuh pegunungan seperti Pulau Jawa.

Baca Juga: Panjangnya 5,4 KM, Ternyata Jembatan Suramadu Punya Festival Lari 10 KM dari Surabaya sampai Madura, Benarkah?

Adapun satu-satunya rawa pegunungan di Pulau Jawa berlokasi di sisi barat wilayah Banten, tepatnya Kabupaten Serang.

Rawa ini diberi nama Rawa Danau dan menjadi cagar alam Indonesia yang ditetapkan pada masa pemerintahan Belanda.

Meski begitu, warga di sekitar lebih mengenal rawa yang menjadi cagar alam pada 16 November 1921 ini dengan nama Rawa Dano.

Baca Juga: Berjarak 43 Km dari Jepara, Benteng Tua di Jawa Tengah Ini Dibangun Sosok Asing! Bukan Belanda, Lalu Siapa?

Rawa Dano memiliki keunikan di mana terdapat kawasan hutan serta hamparan perairan terbuka yang luas.

Perairan tersebut merupakan aliran sungai rawa-rawa yang akan meluap saat musim hujan, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai danau.

Keberadaan rawa ini sendiri telah diyakini sebagai sisa letusan gunung berapi yang pernah terjadi dan aktif jutaan tahun yang lalu.

Baca Juga: Menjadi Kerajaan Tertua di Indonesia, Kalimantan Timur Hadirkan Museum untuk Kerajaan Kutai Kartanegara

Memiliki cekungan dengan dinding tebing 200 meter, luas keseluruhan dari wilayah cagar alam Rawa Danau dipercaya mencapai 3.542,60 ha.

Ditetapkannya rawa ini sebagai cagar alam karena hanya ada beberapa flora dan fauna yang dapat ditemukan di sini, seperti contohnya ikan lendi.

Sehingga, cagar alam Rawa Danau tidak terbuka untuk umum dengan maksud menjaga kelestarian ekosistem di dalamnya.

Orang-orang yang bisa memasuki wilayah ini harus memiliki surat izin dengan tujuan pendidikan atau penelitian.

Meski begitu, lokasinya yang dekat dengan Kantor Resor cagar alam di Desa Luwuk, Mancak, memungkinkan pengunjung melihat rawa pegunungan ini dari ketinggian.

Selain sebagai cagar alam, kawasan ini menjadi pasokan air bagi masyarakat sekitar, terutama daerah Serang dan Cilegon.***

Rekomendasi