

inNalar.com – Kepolisian RI (Polri) turut sumbang gawean besar di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.
Pihak Polri diketahui tengah menggesa proyek pembangunan Polres Khusus IKN yang desainnya bersistem smart security.
Demi ikut mewujudkan kota cerdas IKN, konsep smart security system pun tengah dibangun berteknologi mutakhir.
Sistem pintarnya akan mencakup bentuk layanan tanggap darurat hingga sistem pengamanan kotanya.
Proyek ini membuat Kepolisian RI perlu gelontor dana sebesar Rp155,6 miliar demi bangun sistem digitalisasi layanan mutakhir.
Nantinya tidak hanya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saja yang beri pelayanan pintar tersebut.
Baca Juga: Inilah 5 Pondok Pesantren Terbaik di Sulawesi Selatan, Salah Satunya Berjuluk Pesantren 3 Dimensi
Perlu diketahui, terdapat 5 kecamatan lainnya di sekitar IKN Kalimantan Timur yang juga turut mendapatkan naungannya.
“(Polres Khusus IKN) akan memberikan pelayanan kepolisian terhadap enam kecamatan,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Yaitu Kawasan KIPP, Kecamatan Sipaku, Loa Kulu, Loa Janan, Muara Jawa, dan Samboja,” lanjutnya.
Lantas apa urgensi Polri membangun Polres Khusus Ibu Kota Nusantara dengan berbalut kecanggihannya ini?
Jenderal Sigit mengungkap, pembangunan Polres Khusus IKN di Kalimantan Timur berbasis smart security untuk alasan berikut.
Perlu digarisbawahi bahwa proyek ini diwujudkan Kepolisian RI demi memberikan rasa aman di ibukota baru.
Lebih dalam dari itu, Polres berbasis smart security ini bukan hanya demi memberi perasaan aman bagi investor IKN saja.
Masyarakat yang tinggal di ibukota Nusantara, terkhusus di enam kecamatan tersebut, dapat merasa aman dan nyaman.
Jenderal Sigit mengungkap urgensi pembangunan gedung tersebut ialah demi memberikan rasa aman bagi masyarakat IKN mau pun para investornya, melansir dari Humas Polri.
Lantas dengan gelontoran biaya tersebut, akan dibangun semegah apa Polres Khusus IKN di Kalimantan Timur ini?
Nantinya, bangunan megah Polisi Resor Ibu Kota Nusantara nantinya akan berada di atas lahan seluas 1.568 meter persegi.
Luas bangunannya dirancang menjulang tinggi sebanyak 4 lantai dengan ruang melega 6.189 meter persegi.
Jika pembangunan berhasil memacu pada targetnya, gedung ini akan selesai pada Agustus atau September 2024.
Selain proyek etrsebut, Kementerian PUPR pun tengah membangun hunian bagi para personel Kepolisian RI.
Penting untuk diketahui bahwa konsep smart city system ini bukan proyek yang muncul secara tiba-tiba.
Pasalnya, konsep pengamanan berbasis sitem cerdas ini sudah masuk dalam agenda pembangunan IKN tahap I (2022-2024).
Rancangan tersebut merupakan bagian dari Rencana Induk Sistem Pertahanan Negara IKN.
Pemerintah RI menargetkan bahwa Juli 2024 setidaknya basis pertahanan IKN dan pengawalan presiden telah kokoh di ibukota baru nantinya.
Adapun tahun selanjutnya, Deputi Bidkor Pertanahan Negara Kisdiyanto pun mengungkap bahwa pembangunan ibukota Nusantara tahap kedua akan diperluas lagi konteksnya, yaitu sistem pertahanan negara.
Dengan demikian, mengondusifkan tatanan keamanan sejak pembangunan tahap pertama diharapkan dapat membuat skema keamanan menjadi integratif dan komprehensif.
“Yang kita harapkan desain sistem keamanan ini sudah lebih komprehensif dimana smart security itu tidak hanya pada kawasan inti pemerintahan,” ujar Brigjen Pol. Asep Jenal Ahmadi melalui Portal Kemenpolhukam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi