Bersiap ‘Pensiun Dini’, Ternyata 2 PLTU di Jawa Timur Ini Mulai Kurangi Batu Bara Dengan Cara Tak Diduga

inNalar.com – Komitmen Indonesia dalam mencapai target penggunaan energi bauran sebanyak 23 persen di tahun 2025 mendatang rupanya mulai terlihat geliatnya, salah satunya yang terjadi pada dua PLTU yang ada di Jawa Timur.

Guna menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, Pemerintah Indonesia diketahui kini tengah mengupayakan adanya inovasi khusus yang diterapkan pada 13 PLTU, termasuk dua pembangkit listrik yang ada di Jawa Timur.

Kedua Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Jawa Timur yang berada dalam masa uji coba untuk melakukan transisi energi dengan inovasi unik ini adalah PLTU Paiton dan Pacitan.

Diketahui PLTU Paiton 3 dan 9 ini keduanya menggunakan bahan baku batu bara, masing-masing kebutuhannya adalah 3,5 juta ton per tahun dan 2,7 juta ton per tahun.

Baca Juga: Luasnya 8 Hektar, Lahan Perkebunan Kelapa Pandan di Kalimantan Utara Bikin Rugi Karena Alasan Ini

Ternyata, PLTU Paiton yang ada di Kabupaten Probolinggo dan Pacitan ini mulai menggunakan cara yang unik untuk mengurangi penggunaan bahan baku batu bara.

Dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, kedua PLTU di Jawa Timur ini tengah menerapkan sistem Co-Firing.

Sistem Co-Firing adalah upaya menghasilkan listrik dengan cara mencampur bahan bakar fosil, dalam hal ini batu bara, dengan bahan bakar berbasis biomassa atau limbah organik.

Dilansir dari laman Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), biomassa ini bisa didapatkan mulai dari limbah hutan, serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, hingga sampah rumah tangga.

Baca Juga: Unik! Rumah Adat Khas Provinsi Kalimantan Utara, di Dalamnya Terdapat Garasi Untuk Kapal?

Dilansir pula dari laman resmi Kementerian ESDM, PLTU Paiton dan Pacitan tercatat telah berhasil menerapkan sistem Co-Firing biomassa secara komersial.

Adapun biomassa yang digunakan sebagai pendamping batu bara pada PLTU Paiton dan Pacitan ini menggunakan limbah serbuk kayu (sawdust).

PLTU Paiton diketahui memiliki daya kapasitas pembangkitnya sekitar 815 Megawatt, sedangkan kapasitas pembangkit PLTU Pacitan sebesar 630 Megawatt.

Diketahui pihak yang aktif mendorong pemanfaatan biomassa sebagai pendamping bahan baku batu bara ini adalah PT Pembangkitan Jawa-Bali atau yang biasa disingkat dengan PT PJB.

Baca Juga: Pekanbaru Cuan Rp3,4 Miliar dari Dana Parkir Padahal ‘Jukir’ Liar Masih Merajalela, Kok Bisa?

Sistem Co-Firing dengan biomassa ini diharapkan menjadi salah satu bentuk aksi nyata Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain sebagai upaya transformasi energi pada PLTU batu bara yang ada di Jawa Timur ini, penggunaan limbah biomassa ini diklaim mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Adanya inovasi unik yang dilakukan oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) terhadap 13 PLTU di seluruh Indonesia, PLN sangat menyambut baik dan yakin bahwa Indonesia dapat mencapai target energi bauran sebesar 23 persen di tahun 2025 mendatang.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]