Bersejarah! Sudah Ada Sejak Abad 16, Sungai di Kota Solo Jawa Tengah ini Dulunya Jadi Jalur Tranportasi Air

InNalar.com – Kehadiran sungai di Kota Solo Jawa Tengah berperan penting bagi masyarakat setempat, seperti menjadi sumber mata air untuk irigasi, kebutuhan pribadi, dan sebagainya.

Selain berperan sebagai sumber mata air untuk kehidupan sehari-hari, sungai di Kota Solo juga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik.

Bahkan, beberapa sungai di Kota Solo ini masing-masing mempunyai sejarah panjang di masa lalu, sekaligus menjadi identitas bagi kota tersebut.

Baca Juga: Panjangnya 279,38 Km, Sungai di Kalimantan Utara Ini Sempat Korbankan 5 Kecamatan di Malinau, Kok Bisa?

Jika biasanya kita hanya mengenal Sungai Bengawan Solo yang memiliki panjang 600 km, namun masih ada sungai yang tak kalah menarik dan unik di Solo.

Salah satunya bernama Sungai Kali Pepe.

Sungai ini sendiri sudah ada sejak abad ke-16. Di mana, saat itu pernah menjadi jalur transportasi air.

Baca Juga: Melegenda Sejak 1926 di Lima Puluh Kota, Lembah Terindah di Sumatera Barat Ini Berhias Formasi Sungai Purba

Dulunya, di Sungai Kali Pepe ini terdapat bandar bernama Bandar Pecinan, yang menghubungkan Bandar Beton, Semanggi dan Pasar Gede.

Adapun, dinamakan Bandar Pecinan karena terdapat etnis Tionghoa di sana. Saat ini Bandar Pecinan tersebut menjadi Kampung Sudiroprajan.

Tidak hanya itu, saat masa Paku Buwono II, kapal-kapal Kerajaan Majapahit yang membawa hasil bumi, sebelum berlabuh di Bengawan Solo untuk melakukan perdagangan, biasanya akan melewati Kali Pepe terlebih dahulu.

Baca Juga: Berkapasitas 1.040 Megawatt, PLTA Upper Manfaatkan Aliran Sungai Cisokan untuk Ubah Tenaga Hidro Jadi Listrik

Bahkan, pada zaman Belanda, terdapat kapal-kapal kecil untuk berdagang milik VOC yang juga turut melewati Kali Pepe.

Sungai Kali Pepe sendiri memiliki panjang sekitar 8,01 Km, dan kini berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Solo.

Sementara itu, Pemerintah Kota Solo juga terus melakukan upaya normalisasi sungai Kali Pepe. Salah satunya, dengan membenahi Parapet (dinding sungai).

Dinding tersebut diubah visualnya dengan diberi gambar mural warna-warni. Sehingga bisa dijadikan sebagai spot foto.

Adapun, upaya normalisasi ini dilakukan karena sering terjadi sedimentasi di Sungai Kali Pepe.

Hingga kini, Sungai Kalipepe juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.
Salah satunya, wisata air Kalipepe yang menjadi kegiatan tahunan di Kota Solo.

Wisata tersebut menjadi rangkaian dari kegiatan Grebeg Sudiro yang ada di kawasan Pasar Gede, sekaligus sebagai acara menyambut Imlek.

Biasanya pada wisata air ini masyarakat bisa mengikuti susur sungai dengan menaiki perahu-perahu kecil di malam hari. Sembari menikmati hiasan lampion.

Adapun rute untuk wisata susur sungai ini bermula dari dermaga kapal, yang letaknya di belakang kantor BRI Cabang Sudirman, kemudian berakhir di dermaga kepala daerah Sudiroprajan, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.***

 

Rekomendasi