

inNalar.com – Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa dengan infrastruktur daerah yang sangat memadai.
Salah satu infrastruktur di Jawa Barat ini adalah berupa bendungan yang berfungsi sebagai irigasi.
Bendungan di Jawa Barat ini adalah salah satu bendungan tertua di Indonesia.
Jadi salah satu bendungan tertua di Indonesia, bendungan di Jawa Barat ini dikenal dengan nama Bendungan Katulampa.
Secara administratif, bendungan Katulampa ini berlokasi di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat.
Berbicara mengenai sejarah, Bendungan Katulampa mulai dibangun pada tahun 1911 dan diresmikan pada tahun 1912.
Baca Juga: Didominasi Jawa Timur, Inilah 10 Kota dengan Luas Wilayah Paling Sempit di Indonesia, Ada Daerahmu?
Bendungan ini diinisiasi oleh Ir. Hendrik Van Breen yang mana memiliki panjang total 74 meter.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, fungsi awal dari adanya bendungan ini adalah untuk sarana irigasi melalui saluran Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur.
Bendungan ini juga difungsikan sebagai sarana irigasi yang dapat mengairi lahan seluas 5.000 hektar.
Baca Juga: Dilengkapi Alat Peredam Gempa, Jembatan Pelengkung Baja di Sulawesi Selatan Kuras APBD Rp75 Miliar
Bendungan Katulampa juga sering digunakan untuk sarana peringatan dini terhadap banjir sungai Ciliwung di Jakarta.
Untuk merealisasikan pembangunan bendungan ini, dana yang dibutuhkan sekitar 80.000 gulden.
Beroperasi lebih dari 100 tahun, bari-baru ini tampak terlihat kondisi bendungan terlihat berbeda.
Pasalnya bendungan Katulampa ini terlihat surut dan kering, bahkan batu-batu di dasar bendungan terlihat jelas.
Kondisi surutnya bendungan Katulampa yang kering dan surut ini disebabkan oleh pemanasan Samudera Pasifik dan Hindia.
Hal tersebut dapat memicu penurunan curah hujan yaitu India Ocean Dipole Positif dan El Nino.***