

inNalar.com – Dahulu kereta ini bernama Kereta Api Perintis Aceh yang sudah di uji coba pada 1 Desember 2013.
Kereta api ini beroperasi di Provinsi Aceh yang merupakan satu-satunya kereta di Aceh.
Kereta yang sudah di uji coba terlebih dahulu sempat berhenti beroperasi pada Juli 2014 dikarenakan sepinya penumpang.
Baca Juga: Kenali 6 Kota Tersepi di Indonesia, Ada yang Dihuni Hanya 66 Jiwa per Km2, Ada Daerahmu?
Saat ini berganti nama dengan Kereta Api Cut Meutia setelah kembali diresmikan pada 3 November 2016.
Nama Cut Meutia yang diberikan berasal dari nama tokoh pahlawan dari Aceh yaitu Cut Nyak Meutia.
Menggunakan jenis Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) yang memiliki rute terpendek di Indonesia dengan jarak 11,5 km.
Baca Juga: Harga Sekilo Rp48 Jutaan, Kopi Ini Dinobatkan Jadi Kopi Termahal, Minuman Para Sultan!
Jarak tersebut merupakan rute Stasiun Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukuh hanya dengan waktu 12 menit.
Mempunyai harga tiket yang murah yaitu sebesar Rp 2.000 rupiah para penumpang akan disuguhi oleh pemandangan yang indah.
Namun dengan rute pendek para penumpang akan melewati dan melihat indahnya 3 pantai yang akan dilintasi.
Pantai tersebut adalah Pantai Mulia, Pantai Gurah dan Pantai Krueng Maneh.
Memiliki keunikan pada rel yaitu lebar rel pada kereta api Cut Meutia ini memiliki lebar 1.435 mm lebih lebar dari rel kereta biasanya 1.067 mm.
Terdiri dari 2 set kereta dengan kapasitas penumpang 192 orang yang diharapkan menjadi pelayanan angkutan kereta api bagi pelayanan minimum dan masyarakat dilansir dari Dephub.
Kereta Api Cut Meutia ini memiliki 10 kali perjalanan dalam sehari dari Stasiun Bungkaih.
8 kali perjalanan dari dua stasiun yaitu Stasiun Krueng Geukueh dan Stasiun Krueng Mane
Pada Juni 2023 terdapat tambahan rute perjalanan sampai Stasiun Kutablang di Kabupaten Bireuen.
Stasiun Kutablang menjadi stasiun aktif yang berada pada paling barat Indonesia.***