Beroperasi Sejak 1981, Pelabuhan Bakauheni Terus Alami Pembangunan Hingga Habiskan Dana Rp450 Miliar

inNalar.com – Satu lagi pelabuhan yang ada di Provinsi Lampung, Indonesia, adalah Pelabuhan Bakauheni.

Pelabuhan Bakauheni berada di Kecamatan Bakauheni, Kab. Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Pelabuhan Bakauheni sudah beroperasi sejak tahun 1981 dan melayani penumpang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

Baca Juga: Perusahaan Sawit Terbesar di Kalimantan Selatan ini Terancam Bangkrut, Dituntut Ganti Rugi Rp160 M Karena…

Pelabuhan Bakauheni dibangun oleh Dinas Perhubungan pada tahun 1970.

Meski sudah beroperasi, Pelabuhan Bakauheni hanya memiliki satu dermaga pada saat tahun 1981.

Kemudian, pada tahun 1988, dibangunlah Dermaga II di Pelabuhan Bakauheni bersamaan dengan dibangunnya Dermaga II di Pelabuhan Merak.

Baca Juga: Berpotensi Hasilkan 2 Juta Ton Emas per Tahun, Kalimantan Utara Malah ‘Miskin’ Tambang, Apa Alasannya?

Pembangunan yang dilakukan di Pelabuhan Bakauheni ini selalu berhubungan dengan pembangunan di Pelabuhan Merak.

Jadi, ketika Pelabuhan Merak membangun Dermaga III, maka tidak lama kemudian juga akan dibagun Dermaga III di Pelabuhan Bakauheni.

Pada akhir tahun 2015 dan 2018, Pelabuhan Merak melakukan pembangunan Dermaga VI dan VI.

Baca Juga: Jadi Landmark Terpanjang di Papua! Jembatan Youtefa Habiskan Dana Rp1,8 Trilun dan Jadi Bukti Sumpah Jokowi

Tidak lama setelah itu, Pelabuhan Bakauheni juga melakukan pembangunan dermaga baru yang kemudian disebut sebagai dermaga eksekutif.

Pembangunan dermaga eksekutif ini merupakan proyek gabungan antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT PP (Persero) Tbk, serta PT Patra Jasa.

Proyek dermaga VI, VII, dan eksekutif di dua pelabuhan ini menghabiskan dana investasi sampai Rp450 miliar.

Baca Juga: Dampak Kebakaran 50 hektar Hutan Bromo, Mulai dari Hilangnya Flora dan Fauna sampai Pariwisata Kembali Lumpuh

Pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni selesai dan diresmikan pada tanggal 8 Maret 2019.

Meski pembangunannya selalu berkaitan dengan pembangunan di Pelabuhan Merak, namun ternyata kedua pelabuhan ini memiliki beberapa perbedaan.

Yang pertama adalah luas areanya. Pelabuhan Bakauheni ternyata lebih luas dibandingan dengan Pelabuhan Merak.

Baca Juga: Hanya Bisa Gunakan 300 Kg Kedelai untuk Produksi, UMKM Tahu Kuning di Kediri Terancam Gulung Tikar

Selain itu, ruang tunggunya juga sangat luas meskipun hanya memiliki satu lantai.

Perbedaan lainnya yang menonjol adalah Pelabuhan Bakauheni tidak memiliki jalur kereta seperti yang ada di Pelabuhan Merak.

Meskipun begitu, kedua pelabuhan ini adalah gerbang masuk antara Sumatera dan Jawa.***

 

Rekomendasi