

inNalar.com – Keluarga Cendana merupakan sebutan bagi keluarga besar Soeharto.
Selama kepemimpinan Soeharto, Keluarga Cendana mengembangkan gurita bisnis secara bebas.
Bahkan, memanfaatkan Yayasan Harapan Kita Ibu Tien kemudian memungut sumbangan dari pada pejabat daerah untuk digunakan mengembangkan proyek Taman Mini Indonesia Indah.
Dana miliaran dihabiskan untuk proyek ini yang dianggap oleh para mahasiswa sebagai sebuah pemborosan.
Gurita bisnis Keluarga Cendana semakin menjadi-jadi ketika anak-anak Soeharto beranjak dewasa.
Dilansir inNalar.com dari buku Biografi daripada Soeharto, pada tahun 1980-an merupakan titik awal Keluarga Cendana dalam membangun gurita bisnis.
Berikut 5 gurita bisnis Keluarga Cendana saat masa kepemimpinan Presiden Soeharto.
1. Kilang Minyak
Tommy Soeharto memiliki banyak anak perushaan yang bergerak di sektor kilang minyak dan energi.
Adapun beberapa perusahaan meliputi PT Humpuss Selulosa, PT Usaha Gemilang Utama, PT Humpuss Karbometil Selulosa, PT Humpuss Patragas, dan lainnya.
2. Resort Mewah
Diketahui Tommy Soeharto juga memiliki resort mewah yang ada di beberapa daerah.
Resort-resort mewah milik Tommy Soeharto berlokasi di Kuta, Sentul, dan Solo.
3. Supermarket
Selain bisnis kilang minyak dan resort, Tommy Soeharto juga memiliki Supermarket grosir.
Supermarket yang dikembangkan oleh Keluarga Cendana ini bernama GORO yang ada di daerah Cibubur melalui PT Berkarya Makmur Sejahtera.
4. Taman Wisata
Gurita bisnis Keluarga Cendana juga merambah ke bidang pariwisata yang dimiliki oleh Siti Sutami Endang Adiningsih.
Siti Sutami Endang Adiningsih merupakan pemilik dari Taman Wisata Mekarsari yang menjadi pusat konservasi berbagai macam buah-buahan tropis.
5. Konstruksi
Anak kedua Soeharto, Siti Hardjanti Hastuti Indra Rukmana memiliki kuasa atas PT Citra Lamtoro Gung Persada.
Perusahaan yang dikuasai oleh anak kedua Soeharto tersebut bergerak di sektor konstruksi yang melakukan pembangunan jalan, konstruksi, perdagangan dan sebagainya.
Itulah 5 gurita bisnis yang dijalankan oleh Keluarga Cendana dan masih berjalan hingga saat ini.***