Berkuasa Selama 32 Tahun, Ternyata Soeharto Pernah Bekerja di Bank Desa, Simak Kisah Lengkapnya!

inNalar.com – Soeharto merupakan presiden terlama dalam sejarah Indonesia yang memiliki background di bidang Militer.

Di Militer, Presiden Soeharto pernah bergabung pada KNIL dan Peta yang merupakan bentukan Belanda dan Jepang.

Karier di bidang militernya bisa dibilang sangat cemerlang hingga menduduki pangkat Mayor Jenderal pada tahun 1962.

Baca Juga: Jadi Presiden 32 Tahun, Ternyata Ini Strategi Presiden Soeharto Membangun Irian Jaya Papua, Penasaran?

Presiden Soeharto juga terlibat dalam Operasi Trikora dalam rangka pembebasan Irian Barat pada tahun yang sama.

Dari militer, karier Soeharto berlanjut ke politik dengan dilantik menjadi presiden ke-2 RI pada tahun 1967.

Berkuasa selama 32 tahun, Presiden Soeharto lengser pada tahun 1998.

Baca Juga: Jalankan Program Transmigrasi, Soeharto: Rencana Pemindahan Penduduk Tidak Hanya Memindah Warga, Tapi…

Dibalik karier militernya yang cemerlang hingga menjadi presiden selama 32 tahun, ternyata Presiden Soeharto pernah bekerja di bank desa.

Setelah lulus di tahun 1939, presiden ke-2 RI tersebut dituntut untuk mencari nafkah bagi dirinya sendiri.

Ia menyatakan bahwa sulit untuk memperoleh pekerjaan tanpa bantuan orang berkedudukan saat itu.

Baca Juga: Dulu Capai 150.000 unit, Pembangunan Gedung Sekolah Era Soeharto Turunkan Jumlah Buta Huruf Sampai 15,8 Persen

Sekian lama Soeharto tak kunjung memperoleh pekerjaan hingga akhirnya ia kembali ke Wuryantoro.

Soeharto kembali ke Wuryantoro berharap untuk memperoleh koneksi yang dapat menyediakan pekerjaan baginya.

Dilansir inNalar.com dari buku berjudul Biografi daripada Soeharto, akhirnya ia diterima bekerja di sebuah bank desa.

Soeharto menempati posisi sebagai pembantu klerek yang kerjanya tiap hari mengayuh sepeda berkeliling kampung.

Kemudian, bertemu dengan petani, pedagang kecil atau pemilik warung kecil yang ingin mengajukan pinjaman.

Pada saat bekerja, Soeharto harus mengenakan pakaian adat Jawa lengkap seperti blangkon dan kain.

Tak lama, Soeharto berhenti bekerja dan memilih jalan hidupnya untuk berkarier di dunia militer.***

 

Rekomendasi