

inNalar.com – Di Jawa Tengah terdapat sejumlah tol yang kini masih dalam tahap konstruksi.
Salah satu tol tersebut menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Proyek tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020.
Jalan Tol Semarang Demak ini dibangun atas adanya kebutuhan pengembangan sistem jaringan jalan di wilayah pantai utara Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, jalan tol Semarang Demak ini juga bisa menjadi solusi adanya permasalahan banjir rob di kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Tak hanya itu, serta beberapa daerah Pantai Utara Jawa (Pantura) yang disebabkan oleh kombinasi antara perubahan iklim dan penurunan muka tanah.
Pembangunannya dipercayakan kepada PT PP dan Wijaya Karya.
Selain itu, mereka berkolaborasi dengan Beijing Urban Construction Group.co.Ltd (BUCG) melalui Kerja Sama Operasi.
Masing-masing porsi pengerjaan dalam proyek ini Hutama Karya (40,44%) dan BUCG (59,56%).
Adapun tantangan yang dihadapi dalam menggarap proyek jalan tol Semarang – Demak ini yaitu lalu lintas yang padat sehingga dilakukan metode rekayasa lalu lintas saat pekerjaan pembongkaran dan peninggian jembatan Kaligawe.
Jembatan Kaligawe adalah jalur vital yang sering dilewati transportasi bisnis dari Jakarta ke Surabaya dan setiap akhir tahun terjadi banjir di bawah jembatan.
Maka dari itu, penyelesaian jembatan Kaligawe kami targetkan sudah fungsional pada Natal dan Tahun Baru 2023.
Selain menjadi solusi dari banjir rob, tentunya jalan tol ini akan mempercepat jarak tempuh dari Semarang ke Demak dan sebaliknya.
Sebelum adanya jalan tol ini, jarak dari Semarang ke Demak memakan waktu 1,5 jam.
Namun, setelah adanya jalan tol ini waktu tempuh dari Semarang ke Demak dan sebaliknya hanya memerlukan waktu 20 menit saja.
Rencananya, warga Jawa Tengah bisa menempuh waktu 20 menit dari Semarang ke Demak dan sebaliknya pada tahun 2025 mendatang dimana jalan tol ini rampung.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi