Berkat Dukungan BRI, Desa BRILiaN Temanggung Ini Hasilkan Melon Premium dengan Teknologi Pertanian Modern

Jakarta, inNalar.com – Konsistensi BRI dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan mendulang transformasi pertanian yang luar biasa, salah satu contohnya Desa BRILiaN di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini.

Kisah sukses Desa Bansari menjadi salah satu buktinya. Para petani klaster usaha desa tersebut berhasil mengembangkan buah melon premium dengan inovasi teknologi hidroponik hingga akhirnya membawa mereka menjadi sang Juara Desa BRILiaN 2023.

Didukung dengan lokasinya yang strategis di kaki pegunungan Sindoro setinggi 1.000 – 1.500 meter di atas permukaan laut, Desa Bansari saat ini semakin harum dikenal masyarakat sebagai kampung penghasil Melon Premium berkualitas super.

Baca Juga: Sekolah Atlet Pro Sambil Belajar Agama? Pesantren Sepak Bola di Kendal, Jawa Tengah Ini Unik Banget

Lantas, apa yang membedakannya dari buah hijau konvensional? Melon yang satu ini dipandang lebih unggul mulai dari rasa, tekstur, hingga aromanya.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tirta Sembada Hendi Nurseto secara detail menerangkan perbedaan antara melon premium yang diproduksi oleh klaster usaha desanya dibanding melon konvensional.

“Melon premium ditanam di dalam greenhouse dengan sistem hidroponik. Berbeda dengan melon biasa, melon premium memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang lebih wangi. Kualitas ini membuat produk kami memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjadi alternatif dari melon impor”, terang Tirta.

Baca Juga: Dihargai Dua Kali Lipat! Bongkar Karakteristik Uang 10.000 Rupiah Lama Cut Nyak Dhien Tahun 1998

Berkat adanya dukungan pemberdayaan ekonomi dari BRI, melon kualitas super ini berhasil diproduksi dari 24 greenhouse. Periode panen sebanyak tiga bulan sekali mampu mendulang omzet netto hingga Rp20 juta per greenhouse.

Transformasi pertanian berbasis teknologi modern di Desa Bansari ini terbukti mampu mengubah nasib para petaninya. Sebagai informasi, produk melon premium mereka telah menjangkau pasar ritel di tiga kota besar Pulau Jawa; Jakarta, Bandung, dan Semarang.

Dalam hal ini, BRI memberikan fasilitas dukungan distribusi melalui dua cara utama, yaitu menghubungkan pelaku usaha dengan sejumlah perusahaan dan jaringan pasar yang lebih meluas.

Baca Juga: Dipenuhi Jagoan Kungfu, Seni Beladiri Legendaris Tiongkok Ternyata Juga Ada di Kampung Pecinan Surabaya

Tujuannya tidak lain agar distribusi produk tersampaikan tanpa melalui banyak perantara dan lebih efisien sehingga nilai jualnya pun menjadi lebih tinggi. Cara lainnya adalah melalui pemasaran digital di e-commerce. 

Melon premium yang diproduksi Desa Bansari ini juga dapat dibeli secara langsung di packing house mereka.

Keberhasilan transformasi Desa Bansari tidak lepas dari support permodalan BRI yang membuat para petani mampu mengembangkan infrastruktur greenhouse berbasis teknologi modern.

Dalam urusan pengelolaan transaksi usahanya, para petani juga memanfaatkan BRImo dan QRIS BRI sehingga pembayaran menjadi lebih efisien dan sistem penjualannya pun dapat diakses, baik secara langsung mau pun kanal digital.

Dukungan pembiayaan BRI tidak terbatas pada bidang pertanian, tetapi juga melingkupi berbagai fasilitas pendukung agrowisata seperti area UMKM dan infrastruktur penunjang lainnya.

Baca Juga: Emiten Tambang Raksasa Emas Papua Ini Bertransformasi Jadi Pelopor Program Restorasi Mangrove

Dengan demikian, Desa Bansari dapat semakin maju dalam segala bidang, termasuk menarik wisatawan yang akhirnya diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari meyakini bahwa Desa Bansari menjadi contoh nyata transformasi ekonomi pedesaan melalui inovasi dan kolaborasi.

“Keberhasilan Desa Bansari membuktikan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan secara optimal dengan dukungan permodalan, teknologi, dan pendampingan usaha. Dengan memanfaatkan teknologi seperti BRImo, QRIS, serta fokus pada peningkatan kualitas produk, desa-desa di Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang modern dan berdaya saing,” tuturnya.

Baca Juga: Kalah Telak Atas Liverpool, Ange Postecoglou Keukeh Tak Akan Rubah Strategi Awal

Dengan keberhasilan ini, Desa Bansari menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan teknologi, inovasi pertanian, dan dukungan permodalan dapat mengubah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Didukung oleh ekosistem bisnis yang lebih modern dan kolaborasi bersama BRI, petani di desa ini tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Pada masa yang akan datang, BRI akan terus mendorong inovasi dan pemberdayaan ekonomi desa untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.***