

inNalar.com – PT Pupuk Kaltim tampak getol melakukan diversifikasi produknya melalui konversi amoniak menjadi asam nitrat dan amonium nitrat.
Bagaimana tidak, perusahaan rela gelontorkan investasi hingga Rp1,14 triliun guna realisasi proyek pabrik amonium nitrat di Kawasan Industri Bontang, Kalimantan Timur.
Proyek ini berhasil terwujud berkat PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) yang merupakan perusahaan patungan antara Pupuk Kaltim dengan Emiten BUMN bernama Dahana Investama Corp.
Komitmen kerja sama di antara keduanya terjalin sejak adanya penandatanganan kontrak pembangunan pabrik pada 18 Desember 2019.
Jadi, ada dua pabrik yang dibangun di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate (KIE), yaitu Pabrik Asam Nitrat dan Amonium Nitrat.
Keduanya memiliki kapasitas produksi yang berbeda, yakni masing-masing diproyeksikan mampu hasilkan 60.000 dan 75.000 Metric ton per Tahun (MTPY).
Guna semakin memantapkan hasil pembangunan, PT KAN telah menjalani tes performa dan selanjutnya masuk ke tahap acceptance testing.
Pengujian dan pengawasan dalam proses mendaki tangga kemajuan proyeknya tidak semudah proyek pabrik lainnya.
Baik PT Pupuk Kaltim mau Pun PT Dahana sangat memperhatikan evaluasi dari peristiwa ledakan pabrik amonium nitrat yang sempat terjadi di Beirut, Lebanon.
Sedikit kilas balik menuju tahun 2020, tepatnya pada 4 Agustus diketahui terjadi ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut.
Imbas ledakan yang menghantarkan gelombang panas tersebut telah menyebabkan 220 orang tewas dan lebih dari 6.500 orang terluka.
Sehingga berkaca dan belajar dari peristiwa yang disebut ledakan terbesar dalam sejarah itu akan menjadi pembelajaran besar bagi pabrik amonium nitrat di Bontang, Kalimantan Timur.
Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat, Bimo Nusantara Putro mengungkap bahwa ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam tata kelola pabriknya.
Mulai dari posisi gudang yang harus berada jauh dari material yang mudah terbakar, hingga instalasi listrik, pengaturan suhu ruang, serta sirkulasinya pun akan diperhitungkan dengan matang.
Sebagai informasi, Dahana merupakan BUMN sektor pertahanan (DEFEND ID) yang spesialisasinya di sektor bahan energi tinggi yang melayani bahan peledak.
PT Dahana menjadi pemegang saham dominan dari pabrik Amonium Nitrat di Bontang ini sebesar 65 persen, sedangkan PT Pupuk Kaltim memegang 35 persen.***