Berjuluk The Little India, Kampung Seluas 10 ha di Medan, Sumatera Utara Ini Hadiah Pemerintah Belanda

inNalar.com – Ada sebuah kampung unik terletak di tengah Kota Medan, Sumatera Utara yang dihuni oleh warga keturunan India.

Hampir seluruh warga kampung tersebut berparas India, tetapi mereka adalah bagian dari penduduk Medan, Sumatera Utara.

Jadi jangan heran apabila kita menelusuri pusat kota tersebut dan mendapati banyak paras warga bollywood berlalu-lalang di sepanjang jalan.

Baca Juga: Dulunya Bagian dari Kutai Barat, Wilayah Seluas 15.315 km2 di Kalimantan Timur Ini Jadi Penghasil Batu Mulia

Kampung berjuluk the Little India ini disebut menjadi bagian dari kesejarahan multikulturalisme Kota Medan, Sumatera Utara.

Awal mula kampung India ini ialah ketika Pemerintah Belanda menghadiahi tanah wakaf untuk komunitas India di Sumatera Utara.

Alasannya karena dahulu mereka turut menggeliatkan pengembangan hasil perkebunan wilayah setempat, setidaknya pada abad ke-19.

Kala itu pemerintah kolonial mendatangkan orang etnis Tamil dan Jawa untuk menjadi pekerja kontrak perkebunan di kota tersebut.

Penghasilan rata-rata yang didapatkan saat itu sekitar 96 dollar per bulan dan kedua etnis ini hidup berdampingan dengan damai hingga sekarang.

Menurut kesejarahan, kedatangan warga etnis Tamil ke Kota Medan disinyalir berasal dari wilayah India Selatan pada tahun 1872.

Hingga akhirnya komunitas India mendapatkan hadiah tanah wakaf seluas 10 hektare di tengah Kota Medan.

Namanya adalah Kampung Madras, kini kita bisa menemukannya di sekitar Jalan K H Zainul Arifin atau dahulu bernama Jalan Calcutta.

Bisa dibilang, Kampung India yang ada di tengah Kota Medan ini telah mendiami tanah Sumatera Utara sejak pemerintahan Belanda.

Sedikit informasi, dahulu nama desanya bukanlah sebagaimana yang dikenal luas sekarang.

Sebelumnya, kawasan the Little India ini disebut dengan Kampung Keling sebab dihuni oleh para pendatang etnis Tamil berkulit hitam.

Namun untuk mencegah adanya permasalahan ras dan mengangkat harkat dan martabat mereka, Pemerintah Kota Medan mengubah namanya.

Itulah mengapa hingga kini kawasan tersebut dikenal sebagai Kampung Madras.

Jika kita bertandang ke Kota Medan, jangan lupa untuk menelusuri sisa peninggalan budaya khas India.

Bentuknya bisa beragam, kita bisa melihat sisa artefak sejarah hingga kuliner asing yang bakal memanjakan lidah.

Sebagai informasi, Medan telah dikenal luas menjadi kota yang dihuni oleh berbagai macam penduduk etnis.

Citra multikulturalisme telah melekat pada kota metropolitan ini, tidak hanya masyarakat etnis Tamil dari India.

Suku lainnya dari Pulau Jawa dan Tiongkok pun juga menjadi bagian dari ikatan kesejarahan kota ini.

Seluruhnya berkumpul menjadi masyarakat majemuk sejak Pemerintah Belanda mengelola hasil bumi sektor perkebunan di Medan, Sumatera Utara.

Namun yang sangat menarik dari kota tersebut adalah seluruh penduduknya tinggal dengan rukun meski memiliki beraneka ragam latar belakang suku.***

 

Rekomendasi