Berjarak 26,5 km dari Pusat Kota Jambi, Candi Terluas se-Asia Tenggara Ini Ungkap Jejak Peradaban Modern Kuno

inNalar.com – Jambi sangat terkenal dengan misteri jejak kota kuno bersejarah.

Pasalnya, terdapat jejak sejarah Kerajaan Sriwijaya yang bisa ditemukan di Kota Jambi, salah satunya ialah sebuah candi yang berjarak sekitar 7,5 kilo meter dari sumber kehidupan peradaban zaman dahulu, yaitu sungai Batanghari.

Candi di Jambi ini disebut memiliki luas 3.981 hektare, yang disebut-sebut menjadi candi terluas se-Asia Tenggara.

Baca Juga: Jembatan Ikonik Rp 89 Miliar di Jambi Ini Digadang Pedestrian Terpanjang se-Indonesia, Sekaligus Termegah?

Tak hanya menjadi candi yang terluas, kawasan cagar budaya di Jambi ini masuk dalam situs purbakala yang satu ini juga masuk dalam kategori candi tertua di Indonesia.

Meskipun belum banyak yang mengenal candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini, pemerintah Indonesia ternyata bergerak cepat mendaftarkan candi bersejarah Jambi ini ke UNESCO pada tahun 2009 lalu.

Candi kuno bersejarah ini namanya adalah Muaro Jambi. Lokasinya tak jauh dari tepian sungai Batanghari.

Baca Juga: Terpanjang di Indonesia, Jembatan 15 Triliun Ini Jadi Penghubung Pulau Bangka dan Sumatera, Saingi Suramadu?

Saking luasnya kompleks candi Muaro jambi ini, keberadaannya melingkupi 8 desa, di antaranya ialah Muara Jambi, Dusun Mudo, Dusun Baru, Danau Lamo, Teluk Jambu, Tebat Patah, Kemingking Dalam, dan Kemingking Luar.

Ada beberapa alasan utama mengapa Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang satu ini segera didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan sejarah dunia.

Pertama, Candi Muaro Jambi memiliki kompleks yang digadang-gadang jauh lebih luas daripada candi Borobudur.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Taman Nasional Meru Betiri, Benarkah Jadi Tempat Mekarnya Bunga Rafflesia yang Langka?

Kedua, Candi kuno Jambi ini memiliki 11 candi utama dan 82 reruntuhan yang masih terkubur di balik gundukan yang ada di sekitar kompleks tersebut.

Ketiga, dahulu candi Muaro Jambi difungsikan sebagai pusat peribadatan agama Buddha pada abad ke-7 hingga ke-14 masehi, tepatnya saat Kerajaan Melayu Kuno berkuasa.

Keempat, hal yang memukau para arkeolog untuk menelusuri candi bersejarah di Jambi ini ialah salah satunya terletak pada pemilihan lokasi, cara konstruksi bangunan yang dipandang modern.

Selain itu, adanya temuan saluran buatan yang mengitari kompleks candi dan adanya penampungan air di sekitarnya menjadi salah satu bukti kecerdasan peradaban di masa lalu.

Pasalnya, daerah candi tersebut merupakan area kawasan rawan banjir yang cukup mencengangkan bagi para arkeolog bahwa pada abad tersebut.

Bagaimana tidak, dengan temuan saluran dan tampungan air tersebut mereka mampu mengelola air beserta permasalahannya dengan sangat baik.

Kelima, bangunan konstruksi bata yang menyusun candi Muaro Jambi pun dinilai sangat baik pemilihan jenis bahannya.

Seolah keterpaduan kelima hal di atas menggambarkan betapa majunya pemikiran peradaban manusia pada abad ke-7 hingga ke-14 dan layak menjadi bukti penting masa lalu bersejarah yang sangat berharga tak kalah dengan candi Borobudur.***

Rekomendasi