

inNalar.com – Pengertian malam Lailatul Qadar yang akan terjadi di Bulan Ramadhan 2022, membuat banyak orang mencarinya dan ingin memahaminya.
Keutamaan Lailatul Qadar juga termasuk hal yang banyak ditanyakan orang, dan ingin agar pada bulan mulia ini bisa mendapatkannya.
Rasulullah SAW diriwayatkan meningkatkan amalnya di waktu Lailatul Qadar, maksudnya yaitu di malam-malam sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan 2022.
Baca Juga: Jadwal Seleksi PKN STAN 2022 Dilengkapi Biaya Pendaftaran, Batas Pendaftaran 30 April 2022
Oleh karena itu para sahabat nabi juga melakukan hal yang sama, bahkan disebutkan jika siang beristirahat dan beribadah sebanyak-banyaknya ketika malam.
Dikutip inNalar.com dari artikel Jurnal Medan berjudul “Lailatul Qadar: Malam Ditentukan Nasib Seseorang Setahun ke Depan, Rizki dan Kematiannya“
Allah Subhanahu wa ta’ala muliakan bulan ramadhan melebihi bulan-bulan lainnya, terlebih lagi Allah muliakan sepuluh hari terakhir dari malam-malam dibulan ramadhan. Bahkan, Allah memilih malam lailatul qadar yang Allah jadikan kedudukan malam lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan.
Allah subhanahu wa ta’ala mengagungkan malam lailatul qadar didalam al-Qur’an dan Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan al-Qur’an pada malam tersebut sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan pembeda bagi orang-orang yang beriman, juga sebagai cahaya penerang dan rahmat bagi seluruh alam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾ رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٦﴾ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ﴿٧﴾ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ ﴿٨﴾
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.” (QS. Ad-Dukhan : 3)
Lailatul qadar adalah malam yang mempunyai keagungan dan kemuliaan. Kenapa demikian? Karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an turun secara keseluruhan ke langit dunia. Kemudian setelah itu turun selama 23 tahun kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ini arti al-qadr yang pertama.
Arti al-qadr yang kedua yaitu kata yang bergandengan dengan al-qadha. Al-qadr yaitu segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi dan tertulis di dalam kitab Lauhul Mahfudz. Itulah yang disebut dengan al-qadr.
Al-qadha adalah apabila yang tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz tersebut sudah terjadi. Dan makna ini juga sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh para ulama Rahimahullahu Ta’ala. Yaitu bahwa lailatul qadar adalah malam dari mulai terbenamnya matahari sampai terbit fajar kedua yang di dalam malam tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala merincikan takdir-takdir setiap makhluk selama 1 tahun ke depan.
Baca Juga: Sambut Hari Kartini 2022, Ini Perjuangan RA Kartini dalam Mengangkat Marwah Perempuan Indonesia
Takdir-takdir tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala tuliskan sebelumnya di dalam kitab Lauhul Mahfudz. Hal ini disebutkan oleh Allah dalam surat Ad-Dukhan ayat 3 dan 4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا
“Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam yang penuh dengan berkah. Sesungguhnya Kamilah sang pemberi peringatan. Di dalam malam tersebut dirinci setiap perkara yang Maha Bijaksana.” (QS. Ad-Dukhan: 3-4)
Dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala. Kata Imam Ibnu Katsir: “Di dalam lailatul qadar, dirinci dari kitab Lauhul Mahfudz (kitab yang dituliskan seluruh takdir-takdir makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi secara rinci) dirinci pada lailatul qadar, diberikan kepada para malaikat pencatat perkara selama 1 tahun. Apa saja yang terjadi di dalamnya dari kematian-kematian dan rezeki. Dan apa saja yang terjadi di dalamnya sampai akhirnya.”
Jadi memang di dalam lailatul qadar dituliskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala takdir-takdir seluruh makhluk. Dituliskan di sini maksudnya adalah dirincikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala takdir-takdir seluruh makhluk.
Adapun makna al-qadr secara istilah syariat disebutkan para ulama Rahimahumullahu Ta’ala, seperti Muhammad Rawwas dalam kitab معجم لغه الفقهاء:
ليلة القدر: ليلة من ليالي العشر الأخيرة من رمضان تنزل فيها مقادير الخلائق إلى السماء الدنيا، ويستجيب الله فيها الدعاء، وهي الليلة التي نزل فيها القرآن العظيم
“Lailatul qadar adalah sebuah malam dari malam-malam 10 terakhir dari Ramadhan. Turun di dalamnya takdir-takdir makhluk ke langit dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalamnya mengabulkan doa. Dan ia adalah malam yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an yang agung.”
Membaca Al Qur’an
Kita berusaha untuk memaksimalkan dengan banyak membaca Al-Qur’an. Kalau kita memang mampu untuk shalat malam semalam suntuk, tentu ini sangat bagus. Jika tidak mampu, maka kita perbanyak membaca Al-Qur’an, kita memperbanyak tadabbur ayat, kita memperbanyak memahami ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala. Ini adalah amalan yang agung.
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
“Shoum dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat. Shoum berkata, “Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat di waktu siang, izinkan aku memberi syafa’at untuknya.” Al Qur’an berkata, “Aku telah mencegahnya tidur di waktu malam, izinkan aku memberi syafa’at untuknya. Keduanya pun diberi izin untuk memberi syafa’at.” (HR Ahmad dan lainnya).
Diwaktu malam kita tercegah dari tidur dengan membaca Al-Qur’an, diwaktu siang kita berpuasa meninggalkan syahwat dan pembatal-pembatal puasa. Keduanya kelak akan menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala memberikan syafaat kepada pelakunya.
I’tikaf
Secara bahasa arti dari i’tikaf adalah mendiami suatu tempat. Adapun secara istilah adalah berdiam diri di masjid dalam rangka ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan demikian pula istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniggal dunia, mereka senantiasa i’tikaf disepuluh hari terakhir dibulan ramadhan.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Marshel Widianto, Komedian yang Diduga Membeli Konten Dea OnlyFans
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَن حُرِمَ خيرَها فقد حُرِمَ
“Barangsiapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia orang yang terhalang (dari seluruh kebaikan)” (HR. Bukhari dan Muslim). ***