Berhias Ornamen Budaya Lokal, Jembatan di Kota Kupang NTT Ini Memiliki Panjang Capai 337 Meter, Pernah Lewat?

InNalar.com – Pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti jembatan, salah satunya bertujuan untuk mempermudah konektivitas masyarakat.

Misalnya, jembatan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) ini yang pembangunannya telah rampung bulan Oktober tahun 2017 silam.

Jembatan yang diklaim sebagai jembatan terpanjang di Provinsi NTT ini bernama Jembatan Petuk, terletak di Kecamatan Maulafa.

Baca Juga: Niat Raih Simpati, Video Felicya Angelista Malah Dianggap Tunjukkan Dukung Israel, Scarlett Bakal Diboikot?

Adapun, panjang dari Jembatan Petuk ialah 337 meter. Pembangunannya menggunakan anggaran sebesar Rp 235 Miliar, dan dilakukan sejak 2015.

Kemudian, jembatan Petuk juga menjadi jembatan pertama di Indonesia yang pembangunannya menggunakan teknologi Gelagar Beton Prestessed (Pra tekan).

Pada jembatan Petuk juga terdapat 5 pilar menjulang tinggi, yang masing-masing memiliki tinggi 25-35 meter, sebagaimana dikutip dari PUPR.

Baca Juga: Elektabilitas Pasangan Prabowo-Gibran Mulai Tergerus, Sinyal Kuat Adanya Kekecewaan Publik

Selain itu, pada jembatan Petuk juga sudah dihiasi dengan berbagai ornamen budaya lokal di area pinggiran jembatan.

Oleh sebab itu, dengan adanya penggunaan ornamen lokal pada jembatan diharapkan bisa menjadi ikon kebanggaan masyarakat NTT.

Ornamen lokal yang menghiasi dinding Jembatan Petuk ini berbagai macam, mulai dari Tugu Moko, motif tenun khas NTT, Sasando hingga prasasti.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Bantah Gosip Ditikung Golkar dari PDIP, Cawapres Prabowo Subianto Akhirnya Buka Suara

Adapun, anggaran pemberian ornamen di Jembatan Petuk ini sendiri mencapai Rp 18 Miliar.

Adanya ornamen dengan kearifan lokal ini tentu menarik perhatian masyarakat setempat, dan bahkan sudah menjadi wisata lokal.

Tak heran, jika masyarakat setempat berbondong-bondong untuk mengabadikan momen di Jembatan Petuk tersebut.

Sementara itu, Kementrian PUPR juga sempat melakukan penanaman sejumlah 4000 pohon di kawasan Jembatan Petuk.

Adanya penanaman pohon di kawasan Jembatan Petuk diharapkan bisa menghijaukan daerah tersebut, sekaligus mencegah pemanasan global.

Bahkan, jika pohon-pohon tersebut sudah berkembang dengan baik, diharapkan bisa mencegah longsor di kawasan Kota Kupanh khususnya.

Melalui adanya Jembatan Petuk ini, akses lalu lintas dari Kota Kupang menuju Pelabuhan Tenau dan beberapa kabupaten lainnya menjadi semakin lancar.

Selain jembatan Petuk, PUPR juga telah membangun berbagai jembatan dengan hiasan ornamen kearifan lokal.

Misalnya, jembatan layang Simpang Bandara- Tanjung Api-Api yang adai Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Dimana, jembatan tersebut memiliki motif kain songket pada bagian dinding jembatannya. ***

Rekomendasi