Berhenti Katakan 3 Ucapan Berbahaya Ini Jika Tak Ingin Terjebak dalam Trauma yang Tak Tuntas


inNalar.com –
Seberapa sering Anda merasa bahwa dunia ini tidak adil bagimu hingga tidak jarang pikiranmu dihampiri dengan lontaran ucapan ‘Mengapa ya yang terjadi padaku selalu saja hal buruk?’. Jika hal itu relate denganmu bisa jadi ada pengalaman trauma yang belum terselesaikan.

Bisa dibilang, kondisi itu merupakan dampak dari trauma diri yang belum tuntas di masa lalu. Efek lanjutan ini membuat pikiran Anda selalu dihampiri dengan ucapan yang ternyata sering diungkapkan oleh orang bermental lemah.

Pikiran orang bermental lemah biasanya dihantui dengan beberapa kalimat yang membuat Anda pada akhirnya selalu tertahan enggan untuk bergerak alias menyerah dan tidak ingin mengevaluasi diri.

Baca Juga: Memiliki Salah Satu dari 6 Masalah Ini? Bisa Jadi Kamu Adalah Seorang ‘Drama Queen’ dalam Kehidupan

Secara tidak sadar, Anda lebih memilih untuk menyalahkan keadaan atau bahkan menganggap orang lain lah yang salah atas kondisi yang dirimu alami.

Nah, ketika dirimu membaca sederetan kalimat berikut ini bisa jadi sebelumnya Anda menganggap bahwa lontaran tutur kata itu bukan masalah bagimu.

Namun tahukah perspektif Psikologi tidak menganggap enteng hal itu. Rupanya ada kalimat tertentu yang tanpa sadar dapat memberi dampak negatif bagi seseorang.

Baca Juga: 7 Cara Menghadapi Orang yang Mengabaikan Kita saat Mengobrol, Kuncinya Ada di Sini

Keseringan mengucapkan kalimat berbahaya berikut dikhawatirkan akan membuat Anda menjadi orang bermental lemah.

Agar tidak terlalu lama terjebak dalam trauma yang belum tuntas, yuk pahami 3 ucapan berbahaya apa saja yang perlu dilatih.

Lho, dilatih buat apa ya? Tentu melatih agar diri ini tidak dikontrol oleh pikiran kita. Sebaliknya, kita perlu mengontrol apa yang ada dalam pikiran kita. Mengapa perlu dilatih?

Baca Juga: Membongkar Kebohongan Seseorang Berdasarkan Cara Berjalannya, Cek Tanda Rahasia Ini

“Pikiran tidak hanya dapat mengubah perilaku seseorang secara langsung, tetapi juga mampu mengubah persepsi kita terhadap emosi,” dikutip dari Psychology Today.

Berikut ini 3 ucapan berbahaya yang mulai sekarang sebaiknya dikurangi atau bahkan sebisa mungkin tidak dituruti agar tubuh dan pikiran tidak terjebak dalam trauma yang belum tuntas.

1. Kenapa ya hal buruk selalu terjadi padaku?
Apakah Anda adalah salah satu dari orang yang sering melontarkan ucapan semacam ini? Jika iya, yuk cari tahu mengapa kalimat ini bisa jadi vibes negatif untukmu!

Baca Juga: Karakter Anda si Petualang Atau Pemilih? Ungkap Jawabannya Lewat 9 Cara Makan Berikut

Orang yang sering bertanya demikian menandakan ia adalah orang bermental lemah. Lebih terangnya, ia merasa menjadi korban dalam kehidupannya.

Alih-alih fokus pikiran ia tertuju pada bagaimana dan apa yang harus dirubah dalam dirinya agar menjadi lebih maju, orang bermental lemah hanya akan melemparkan kritik pada sekitarnya.

Apabila pikiran berbahaya ini terbiasa menjadi ucapan andalanmu untuk lari dari tanggung jawab, dikhawatirkan Anda akan terjebak pada ingatan trauma tanpa berupaya menyembuhkannya.

2. Kok orang lain punya kehidupan yang jauh lebih mudah daripada saya ya
Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih lebat nan hijau daripada halaman rumahmu sendiri.

Rasanya memang tidak tertahankan ketika berbagai posting story di berbagai media sosial selalu memperlihatkan pencapaian yang terkesan surprise bagi kita sebagai orang luar yang melihatnya. 

Namun agar mentalmu tetap terjaga, mulai batasi dan kontrol diri untuk mengintip kehidupan orang lain. Hal ini dilakukan agar Anda tidak membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain.

Baca Juga: Lebih Suka Sosis, Nugget, atau Bakso? Sifat Asli Anda Bisa Terlihat dari Makanan Pilihanmu

Ketika melihat postingan yang terkesan ‘mengintimidasi’ dirimu, hide dulu story mereka sembari mulai perbaiki mindset kita. 

Ingatlah media sosial hanya memperlihatkan sepersekian persen kehidupannya. Bisa jadi pencapaian yang diraihnya terlihat mudah karena kita tidak pernah melihat langsung bagaimana perjuangan di balik layar mereka.

Terkadang, pencapaian yang mereka bagikan di media sosial hanya dimaksudkan untuk memberikan penghargaan untuk diri mereka sendiri setelah mereka keras berjuang.

Baca Juga: Motif Pakaian Bisa Ceritakan Kepribadian Seseorang, Pribadi yang Tenang Paling Suka Corak Ini

Ya, meski tidak menutup kemungkinan ada dorongan naluriah untuk flexing. Namun yang terpenting bagimu saat ini adalah mengatur sudut pandang yang sehat, yaitu tidak membandingkan diri dengan orang lain.

3. Selalu saja Aku yang dikorbankan dalam situasi ini
Anda sering bertanya demikian pada situasi tertentu? Kita merasa selalu menjadi korban dalam sebuah pergulatan dinamika sosial.

Pada dasarnya tidak apa jika emosi semacam ini dirasakan oleh seseorang. Namun ketika seseorang melontarkan ucapan ini lama kelamaan menjadi bahaya. Mengapa?

Orang demikian akan cenderung lebih memilih menyalahkan keadaan ketimbang mengevaluasi diri. Tidak jarang ia terjebak dalam pikirannya sendiri dan justru membuat perasaannya terkekang.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]